Minggu, 12 Juli 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Diserang Milisi Kongo, Seorang Prajurit TNI Gugur

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Kabar Dunia , pada Rabu, 24 Juni 2020 | 13:05 WITA Tag: , ,
  Letjen TNI, Muhamad Herindra menyalami anggota Satgas Rrapid Deployable Battalion RDB TNI Kontingen Garuda XXXIX A Monusco, 2018 di Lapangan Plaza Mabes TNI. (Foto Puspen)


Hargo.co.id, JAKARTA – Seorang prajurit TNI yang menjadi bagian dari anggota pasukan pemelihara perdamaian PBB di Misi MONUSCO, Republik Demokratik Kongo, dilaporkan meninggal dunia. Meninggalnya Sersan Mayor (Serma) Rama Wahyudi dikonfirmasi oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melalui unggahan di akun Twitter miliknya, Selasa (23/06/2020).

“Penghargaan setinggi-tingginya kepada Alm. Serma Rama Wahyudi atas pengabdiannya dalam menjaga perdamaian dunia. Semoga keluarga yang ditinggalkan selalu diberi ketabahan,” tulis Menlu Retno seperti yang dilansir jpnn.com.

Mengutip laporan AFP dari sumber PBB, anggota pasukan perdamaian dari Indonesia terbunuh dan seorang lainnya terluka dalam serangan oleh milisi pada Senin malam (22/06/2020) di bagian timur Republik Demokratik Kongo.

BACA  Wakil Indonesia Kecam Pengesahan UU Antiterorisme Filipina

Patroli mereka diserang sekitar 20 kilometer dari Kota Beni di Provinsi Kivu Utara. Menlu Retno menyampaikan bahwa Dewan Keamanan PBB telah mengutuk keras serangan kepada MONUSCO, dan meminta otoritas Kongo untuk melakukan investigasi dan membawa pelakunya ke meja pengadilan.

Seperti yang dilansir jpnn.com, dalam sebuah pernyataan, Kepala MONUSCO Leila Zerrougui mengutuk serangan itu, yang katanya dilakukan oleh ‘tersangka anggota ADF’ yakni Pasukan Sekutu Demokrat, sebuah kelompok bersenjata terkenal di timur negara tersebut. Tentara itu telah mengambil bagian dalam proyek untuk membangun jembatan di daerah Hululu.

BACA  Menuju Pilkada, Empat Parpol di Bone Bolango Belum Tentukan Sikap

ADF adalah gerakan Muslim terutama yang berasal dari negara tetangga Uganda pada 1990-an, yang menentang pemerintahan Presiden Uganda Yoweri Museveni.

Pada 1995, kelompok itu pindah ke Republik Demokratik Kongo, yang menjadi basis operasinya, meskipun mereka tidak melakukan serangan di Uganda selama bertahun-tahun. Menurut catatan PBB, gerakan tersebut telah menewaskan lebih dari 500 orang sejak akhir Oktober, ketika tentara Kongo melancarkan serangan terhadapnya. ADF menewaskan 15 tentara PBB di pangkalan mereka di dekat perbatasan Uganda pada Desember 2017, dan tujuh lainnya dalam serangan pada Desember 2018. (ant/jpnn/hg)

BACA  Kapal Perang TNI AL Dikepung Ratusan Kapal Nelayan, Ada Apa?

*) Artikel ini telah diterbitkan oleh jpnn.com dengan judul, ‘Kabar Duka, Seorang Prajurit TNI Tewas dalam Serangan oleh Milisi Kongo’, pada edisi Rabu, 24 Juni 2020.


Komentar