Kamis, 4 Maret 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Disetujui Masyarakat, DOB Bone Pesisir Kian Pasti

Oleh Zulkifli Polimengo , dalam Kab. Bone Bolango , pada Minggu, 24 Januari 2021 | 12:05 WITA Tag: ,
  Rapat koordinasi tim kerja/pengurus Komite Pembentukan DOB Bone Pesisir dalam rangka finalisasi dokumen naskah akademik studi kelayakan pembentukan dan presentase master plan ibu kota persiapan Kabupaten Bone Pesisir, di Gedung Rektorat UNU Gorontalo, Sabtu (23/01/2021). Foto: Istimewa


Hargo.co.id, GORONTALO – Ketua Komite Pembentukan Kabupaten Bone Pesisir, Ridwan Tohopi mengatakan sudah melakukan analisis mengenai studi kelayakan yang dinilai dari berbagai sumber, mulai dari potensi daerah, potensi keuangan ekonomi daerah yang akan dimekarkan, serta segi SDM, termasuk pertahanan keamanan dan pesyaratan administrasi lainnya.

Hal itu diungkapkan Ridwan Tohopi saat mengikuti rapat koordinasi tim kerja/pengurus Komite Pembentukan DOB Bone Pesisir, dalam rangka finalisasi dokumen naskah akademik studi kelayakan pembentukan dan presentase master plan ibu kota persiapan Kabupaten Bone Pesisir, di Gedung Rektorat UNU Gorontalo, Sabtu (23/01/2021).

Menurut Ridwan Tohopi kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai finalisasi penyusunan dokumen persyaratan sekaligus pembahasan kawasan pemerintahan atau master plan.

“Jika dokumen ini sudah rampung, kita akan ajukan kepada DPRD Bone Bolango yang nantinya akan menyampaikan langsung kepada Bupati Bone Bolango, kemudian jika sudah disetujui akan di bawa ke Gubernur Gorontalo, dan setelah itu akan dibawa ke Jakarta awal bulan Februari 2021 nanti,”ungkap Ridwan Tohopi.

BACA  Desa Talulobutu Jadi Pilot Project Kampung Tangguh di Bone Bolango

Lanjut Ridwan Tohopi menuturkan bahwa jika Bone Pesisir sudah akan dipisahkan dari Kabupaten Induk yakni Bone Bolango, maka Bone Pesisir mempunyai 5 kecamatan dengan jumlah penduduk 47.218 jiwa.

“Dari segi kependudukan ini sudah memenuhi syarat dengan jumlah 47.218 jiwa yang tersebar di 5 Kecamatan, yakni Kecamatan Bone, Bone Raya, Bulawa, Bone Pantai, dan Kabila Bone,”tutur Ridwan Tohopi.

Ridwan Tohopi juga menambahkan, selain persyaratan administrasi yang sudah mendukung, segi potensi daerah juga sudah lebih baik dari daerah yang dimekarkan lainnya, dengan potensi yang dimiliki yaitu tambang, laut, perkebunan cengkeh, sektor pariwisata, tempat rekreasi dan potensi lainnya yang dapat menghasilkan PAD.

BACA  Hasil Pleno KPU, Pasangan Hamim - Merlan Pemenang Pilkada Bone Bolango

Sementara itu Kennedy Maele selaku pihak DPRD yang turut serta dalam kegiatan tersebut mengatakan pihaknya sudah berkomitmen sejak awal tahun 2009 menggagas bahkan sesuai kesepakatan di DPRD yang didukung oleh Bupati Bone Bolango, telah memberikan anggaran untuk melakukan sosialisasi persiapan Kabupaten Bone Pesisir.

Kennedy Maele menilai, selaku perwakilan rakyat dari Bone Pesisir, bahwa pembentukan Kabupaten Bone Pesisir ini didukung oleh semua masyarakat yang ada di bagian Bone Pesisir yang tersebar di 55 Desa.

BACA  Desa Talulobutu Jadi Pilot Project Kampung Tangguh di Bone Bolango

“Saya rasa semua tokoh mendukung, baik itu dari 55 Kepala Desa, BPD, dan seluruh masyarakat Bone Pesisir yang telah memberikan pernyataan bahwa mereka siap untuk jadi daerah otonomi, maka kami dari DPRD siap mengawal karena itu merupakan cita-cita dari masyarakat Bone Pesisir,” kata Kennedy Maele.

Kennedy juga menambahkan bahwa setelah dilakukan finalisasi dokumen persyaratan, maka pihaknya bersama Komite Pembentukan Kabupaten Bone Pesisir akan menyerahkan kepada Bupati Bone Bolango Hamim Pou.

“Insya Allah setelah dilakukan finalisasi dokumen ini, selanjutkan akan disatukan semua berkas tersebut yang kemudian kita akan serahkan kepada Bupati Hamim Pou pada saat perayaan HUT Kabupaten Bone Bolango ke-18 tanggal 27 Januari 2021,”pungkas Kennedy Maele.(zul/hg)


Komentar