Sabtu, 11 Juli 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Diskon Harga Kamar, Bisnis Perhotelan Mulai Bangkit

Oleh Berita Hargo , dalam Ekonomi Headline , pada Senin, 29 Juni 2020 | 19:05 WITA Tag:
  Grand Q Hotel Gorontalo kembali membuka layanan dengan tetap memberlakukan protokol kesehatan. (Foto : Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Lalu lalang tamu di beberapa hotel di daerah ini mulai terlihat, senyum ramah para pelayan hotel pun tak lepas ketika menyambut setiap tamu yang datang. Kini perhotelan kembali bangkit, telah ada 20-30 persen kamar hotel mulai terisi.

Berakhirnya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan diberlakukanya tatanan hidup baru (new normal) di Gorontalo, perlahan kembali menggerek perekonomian di daerah ini.

Salah satu sektor usaha yang harus tutup karena pandemi Covid-19 adalah perhotelan, selain tidak ada tamu yang menginap, layanan meeting juga ditutup, karena tidak membolehkan adanya perkumpulan orang.

BACA  TNI-AD Turun Bantu Warga Evakuasi Material Banjir

Kondisi itu, bahkan membuat beberapa manajemen hotel harus merumahkan karyawan mereka. Bisnis layanan hunian kamar berkelas ini sempat ‘goyang’ akibat wabah corona yang menghancurkan perekonomian masyarakat. Kini, satu per satu hotel di bumi serambi madinah ini kembali mulai membuka pelayanan dengan tetap mengedepankan protokoler kesehatan. Bahkan, tak tangggung-tanggung promo cukup menarik diberlakukan.

Misalnya dua hotel mewah di Gorontalo, yakni Grand Q Hotel dan Maqna Hotel. Saat ini, kedua hotel bintang itu sudah memiliki tingkat isian kamar 10-20 persen dari total kamar yang tersedia. Di Grand Q Hotel total kamar terisi saat ini dikisaran 20-30 kamar.

BACA  SH Dicopot, Yakop Musa Ditunjuk Plh. Sekda Boalemo

“Kami memberikan promo, dengan harga kamar mulai Rp 350 ribu selama persediaan masih ada,” kata Manager Grand Q Hotel Gorontalo, Purwanto Gunawan Seperti yang dilansir Gorontalo Post.

Ia mengatakan, meski saat ini, pihaknya mulai kembali membuka pelayanan maksimal, namun tantangan yang dihadapi masih cukup berat, yakni terkait modal kerja, tamu yang masih tergolong sepi, promosi dan terlalu lama merumahkan karyawan.

“Untuk pemulihannya, izin meeting dari Pemprov harus bisa cepat dikeluarkan. Karena kalau hanya mengharapkan dari tourism snagat berat, karena setiap pengunjung dari luar harus rapid tes atau swab,” kata Purwanto.

BACA  Biluhu Timur, Primadona di Pesisir Teluk Tomini  

Sementara itu, di Maqna Hotel Gorontalo, kamar yang terisi saat ini dikisaran 15-20 persen. Untuk ruang meeting terisi rata-rata baru 1 ruangan saja. Sementara harga kamar dibanderol mulai Rp380 ribu.

“Tantangan yang kami hadapi sekarang ini, masih ada pengunjung yang tidak mentaati protokol kesehatan, tidak memakai masker,” kata GM Maqna Hotel Gorontalo, Fredy Adrian.(gp/hg)


Komentar