Minggu, 11 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Distribusi BBM Mengalami Keterlambatan

Oleh Berita Hargo , dalam Ekonomi , pada Selasa, 5 September 2017 | 12:53 WITA Tag: , ,
  


Hargo.co.id GORONTALO – Antrian panjang kembali terjadi di sejumlah SPBU baik di Kota maupun Kabupaten Gorontalo, kemarin, Senin (4/9).

Sejumlah warga yang ingin mendapatkan pelayanan optimal pada hari pertama masuk kerja ini akhirnya sirna.

Dari sejauh pantauan Gorontalo Post, kemarin, antrian terjadi di sejumlah SPBU seperti SPBU Bolihuwangga Kecamatan Limboto, SPBU Telaga Biru, SPBU Telaga, SPBU Andalas, SPBU Agus Salim, bahkan hingga SPBU di pusat Kota Gorontalo kompleks bundaran Hulondalo Indah (HI).

BACA  Mudik Dilarang, Menparekraf Beberkan 3 Strategi Peluang untuk Pelaku Usaha

Antrian panjang pun terjadi sejak pukul 08.30 Wita meski rata-rata tidak menyebabkan kemacetan di sekitar lokasi.

Budi Tulalo, warga Limboto yang mengantri di SPBU Telaga Biru misalnya, dia harus mengantri setidaknya hampir 1 jam lamanya karena antrian begitu panjang.

Bahkan menurutnya, fenomena seperti ini sudah sering terjadi belakangan ini.

Fenomena tersebut rupanya juga dimanfaatkan oleh sejumlah pengecer BBM yang berada di dekat SPBU.

Mereka ikut menaikkan harga BBM. Premium atau bensin misalnya, yang biasa dijual Rp 8.000 per botol kapasitas 1 liter naik menjadi Rp 8.500 per botol. Sedangkan untuk jenis Pertalite, juga naik menjadi Rp 9.500 per botol.

BACA  Kepiting Bakau Gorontalo Tembus Pasar Singapura

Sales Executif Retail TBBM Gorontalo, Tri Admodjo, ketika dikonfirmasi Gorontalo Post membenarkan hal tersebut.

Dia mengakui jika distribusi BBM ke sejumlah SPBU memang mengalami keterlambatan.

“Dari pantauan kami memang ada beberapa titik yang terjadi antrian, tapi tidak banyak. Itu karena hari ini (kemarin,red) hari pertama kerja pasca libur panjang. Volume pengisian jadi meningkat. Sama seperti setelah lebaran (Idul Fitri,red),” kata Tri, kemarin.

BACA  Pandemi, Pemilik Kos-kosan di Bone Bolango Berikan Diskon 

Dia juga mengakui jika selama ini terjadi antrian di sejumlah SPBU karena faktor kapasitas.

Jika lama sebelumnya SPBU hanya menjual BBM jenis Premium dan Solar, kini sudah wajib menjual Pertalite, Pertamax, Pertamax pro bahkan Dexlite.

Jadinya, kapasitas daya tampung SPBU menjadi berkurang.(axl/hargo)

 


Komentar