Senin, 10 Mei 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Distribusi Pupuk Lambat, Ini Yang Dilakukan Diskumperindag Gorontalo

Oleh Zulkifli Polimengo , dalam Advertorial Gorontalo , pada Selasa, 9 Maret 2021 | 21:05 WITA Tag: , ,
  Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat memimpin rapat Pimpinan OPD bersama Wakil Gubernur Idris Rahim di Aula Rujab Gubernur, Selasa (09/03/2021). (Foto: Istimewa)


Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat memimpin rapat Pimpinan OPD bersama Wakil Gubernur Idris Rahim di Aula Rujab Gubernur, Selasa (09/03/2021). (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Terkait lambatnya distribusi pupuk ditingkat daerah, Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Provinsi Gorontalo meminta dan mendorong Koperasi untuk menjadi pengecer pupuk bersubsidi sebagai solusi yang tepat dilakukan.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kumperindag Provinsi Gorontalo Risjon Sunge, saat mengikuti rapat Pimpinan OPD bersama dengan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, yang digelar di Aula Rumah Jabatan Gubernur pada Selasa (09/03/2021).

BACA  Gubernur Gorontalo Menyapa Warga Paguat, Salurkan Bantuan Pangan 

Dalam rapat tersebut Risjon Sunge juga mengungkapkan ada sejumlah pengecer yang mengalami kesulitan keuangan, akibatnya pupuk di tingkat distributor tidak dapat ditebus oleh pengecer, sehingga mereka tidak bisa menjualnya ke tingkat petani.

“Pupuk tidak langka di Gorontalo, sebab hasil realisasi penyaluran tahun 2020 itu hanya 74 persen, jadi ada 26 persen yang tidak tersalurkan. Setelah kita telusuri ternyata ada pengecer yang tidak menebus di tingkat distributor,”ungkap Risjon Sunge.

Lanjut Risjon juga menyebutkan bahwa saat ini ada 1.337 koperasi yang terdata di Gorontalo, dan sebanyak 900 di antaranya masih aktif serta layak didorong menjadi pengecer sesuai dengan jenis usahanya, sementara itu sebagian sudah mengajukan diri dan siap jika ditunjuk sebagai penyalur pupuk bersubsidi.

BACA  2022, RKPD Provinsi Gorontalo Fokus pada Penanganan Covid-19

“Ada koperasi tani dan nelayan, mereka nanti yang akan menebus dari distributor untuk disalurkan lagi ke petani. Sebagian besar anggotanya juga penerima pupuk bersubsidi, jadi ini akan memudahkan petani untuk bisa membeli di koperasi,”jelas Risjon Sunge.

Sementara itu Gubernur Gorontalo Rusli Habibie juga menilai bahwa usul tersebut layak untuk dikaji. Selain mengganti pengecer yang bermasalah keuangan dengan koperasi, Gubernur Rusli juga mengajukan opsi untuk mengintervensi melalui bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) atau melalui bantuan Baznas Provinsi.

BACA  Rusli Habibie Minta Masyarakat Ikut Sosialisasikan Larangan Mudik

“Atau boleh juga di sentra-sentra produksi padi (pengecernya) kita subsidi dari Baznas. Jadi contohnya di Tilongkabila penyalur pupuknya yang sudah mati suri itu kita didik, dan kita pinjamkan modal. Mungkin 50-100 juta. Tolong diinventarisir, dikaji dan kita bantu carikan solusinya,”tutup Rusli Habibie.(zul/adv/hargo)


Komentar