Minggu, 3 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ditagih, Oknum Kades di Boalemo Malah Ambil Parang

Oleh Admin Hargo , dalam Metropolis , pada Rabu, 16 Maret 2022 | 17:05 Tag: , ,
  Oknum Kades (baju merah), marah-marah ketika dikunjungi pihak FIF Group Tilamuta. (Foto: Istimewa/tangkapan layar).

Hargo.co.id, GORONTALO – Entah apa yang merasuki oknum Kepala Desa (Kades) di Wonosari, Boalemo ini. Saat ditagih oleh Debt Collector FIF Group Tilamuta, terkait keterlambatan angsuran hutang kenderaan motornya, ia malah marah-marah ke Debt Collector, hingga ambil parang.

Peristiwa itu dialami Ronal Punuh, salah seorang Debt Collector Internal FIF Group Tilamuta, pada Selasa (15/03/2022). Saat itu Ronal Punuh, ditugaskan kantor untuk melakukan penagihan terhadap oknum Kades yang sudah menunggak angsuran 4 bulan, terhitung dari Desember 2021.

Ronal Punuh bercerita, saat menyampaikan maksud kedatangannya, oknum Kades tersebut tiba-tiba ambil parang. Untunya parang tersebut dilepas kembali sebelum tiba di dekat Ronal Punuh. Sehingga tidak sempat ada peristiwa berdarah. Padahal menurut Ronal Punuh, maksud dan kedatangannya yang didampingi satu rekan kantornya, hanya untuk menagih secara baik-baik sesuai perintah kantor.

“Saya juga tidak habis pikir atas kejadian itu. Yang anehnya juga, waktu kami tagih, bapak oknum Kades itu sempat mengajak orang-orang sekitar, seperti kami ini penjahat. Kesannya dia memprovokasi warga dan melakukan pengancaman pakai parang,” cerita Ronal Punuh kepada Hargo.co.id, Rabu, (16/03/2022).

Namun, atas dugaan pengancaman tersebut lanjut Ronal Punuh, ia akan menempuh jalur hukum. Hal tersebut juga sudah ia koordinasikan dan mendapat restu dari pimpinan Kantor FIFGroup Tilamuta. Segera kata Ronal Punuh, ia akan melapor ke pihak Kepolisian.

Terpisah, Kepala Pos FIF Group Tilamuta, Idris Pomalingo, ketika dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Ia menegaskan, tidak seharusnya seorang Kades bersikap seperti itu. Menurutnya, Kades harus memberikan contoh, bukan malah terkesan memprovokasi warga, dan hingga melakukan pengancaman.

“Jadi, benar kami menurunkan tenaga lapangan yang punya legalitas secara hukum, untuk melakukan kunjungan terhadap konsumen, atas nama bapak Riswan Bano. Namun, saat dikunjungi, yang bersangkutan tidak kooperatif. Setelah kami cek, ternyata beliau seorang Kepala Desa,” kata Idris Pomalingo.

Seharusnya, kata Idris Pomalingo, sebagai seorang Kepala Desa memberikan contoh dan menjadi teladan bagi masyarakat. Ditegaskannya, yang bersangkutan punya kewajiban membayar. Sebab yang bersangkutan, sebelumnya ada pengajuan kredit di Kantor FIF Gorup Tilamuta. 

“Tapi hasil kunjungan, yang bersangkutan enggan melakukan pembayaran. Padahal ini sudah memasuki tunggakan 4 bulan. Tak ada kejelasan dari beliau, malah melakukan pengancaman terhadap karyawan saya. Terus terang saya merasa keberatan terhadap tindakan yang bersangkutan, kalau bisa ini jadi pembelajaran,” tegas Idris Pomalingo.

“Dan mungkin saya juga akan melakukan pelaporan, karena ada pengancaman disitu. Karena nyawa dari karyawan saya ini sempat terancam. Yang bersangkutan mengeluarkan senjata tajam saat didatangi baik-baik,” ia menandaskan.

Sementara itu, saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, Kades di Wonosari itu masih enggan untuk memberikan komentarnya, terkait peristiwa yang akan dipolisikan itu. (***)

 

Penulis : Abdul Majid Rahman

(Visited 12.597 times, 1 visits today)

Komentar