Selasa, 18 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Diterjang Gelombang Laut, Dua Desa di Gorontalo Utara Terancam Hilang

Oleh Admin Hargo , dalam Legislatif , pada Selasa, 7 Desember 2021 | 08:05 AM Tag: , , ,
  Wakil Ketua DPRD Gorut, Hamzah Sidik (kanin) bersama Ketua Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo, Thomas Mopili (kiri) meninjau langsung kondisi desa pesisir yang terdampak air ombak air pasang. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Gara-gara sering diterjang air laut saat pasang naik, dua desa di Kecamatan Biau, Gorontalo Utara terancam hilang. Kedua desa tersebut yakni Desa Topi dan Desa Windu, dan perlu secepatnya mendapat penanganan. 

Informasi yang berhasil dihimpun, saat ini cuaca buruk yang mengakibatkan gelombang laut tinggi dan langsung menghantam kedua desa tersebut. Tak pelak lagi, rumah-rumah pada kedua desa tersebut, khususnya yang berada di pesisir pantai, ikut terkena imbasnya dan bahkan ada yang sudah rusak. 

“Apa yang disampaikan oleh masyarakat bahwa ada kemungkinan desa tersebut hilang jika kondisi seperti ini akan terjadi secara berkala, itu membuat hati saya sedih,” ungkap Wakil Ketua DPRD Gorontalo Utara (Gorut), Hamzah Sidik saat berkunjung ke desa tersebut. 

Hamzah Sidik menegaskan bahwa mendengar kabar akan bencana tersebut, dirinya bersama dengan Ketua Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo, Thomas Mopili tersebut langsung menuju lokasi. Ini merupakan bentuk perhatian dan kepedulian serta empati kepada masyarakat. 

“Kebetulan juga kami berada di Kecamatan Biau, dan mendengar kabar ini kami langsung menuju lokasi. Jangan lupa bahwa dalam Pemerintahan CERIA, huruf E tersebut mengandung Arti Empati,” tegasnya.

Disisi lain, kondisi terjangan ombak tersebut lebih diperparah dengan tanggul pemecah ombak kondisinya sudah rusak parah saat ini, sehingga membuat terjangan ombak tidak ada penghalangnya lagi, hal tersebut membuat terjangan ombak langsung menghempas rumah warga yang berada di pesisir pantai.

Menurut Hamzah Sidik, perbaikan tanggul di Desa Topi dan Windu tidak terdaftar dalam anggaran di 2022 serta pinjaman dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Akan tetapi pihaknya akan berupaya mengkomunikasikan permasalahan ini bersama pihak terkait untuk mencarikan solusinya. 

“Karena memang kalau berharap di tahun anggara 2022 ini, soal tanggul pemecah ombak di Desa Topi dan Windu, itu tidak tercover. Sementara untuk dana PEN, kami DPRD hanya menerima pemberitahuan saja soal daftar Menu pembangunan Infrastruktur lainnya,” tandasnya. (***)

 

Penulis: Alosius M. Budiman

(Visited 359 times, 1 visits today)

Komentar