Sabtu, 8 Agustus 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Diuber Hingga ke Sulut, Lima Terduga Pencuri Sarang Burung Walet Dibekuk

Oleh Veronika Y. Ruung , dalam Metropolis , pada Kamis, 9 Juli 2020 | 00:05 WITA Tag:
  Lima orang terduga pelaku pencurian sarang burung wallet (membelakangi kamera) berhasil diamankan Tim Pandawa Polres Gorontalo, Rabu (08/07/2020). (Foto Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Lima terduga pelaku pencurian sarang burung walet berhasil dibekuk tim pandawa Polres Gorontalo, Ahad (08/07/2020) sekitar pukul 15.00 Wita.

Kelima terduga pelaku itu masing-masing berinisial SM, FAR dan FR berasal dari Desa Touliang, Kecamatan Kakas, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut). Sementara duanya lagi berinisial ADT asal Desa Likupang, Kecamatan Likupang, Kabupaten Minahasa Utara dan satunya lagi berinisial FDH asal Desa Mutiara, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo.

Informasi yang berhasil dihimpun, kelima terduga pelaku tersebut dibekuk di tiga lokasi berbeda. SM dibekuk di Kecamatan Langowan Timur. Berikut FDH dan ADT di klinik Sumarayar. Sedangkan dua terduga pelaku lainnya dibekuk di Desa Touliang, Kecamatan Kakas, Minahasa.

BACA  Banjir dan Tanah Longsor ‘Teror’ Warga Kota Gorontalo

Penangkapan sendiri bermula dari hasil olah TKP oleh pihak kepolisian, dimana handphone milik dari salah satu pelaku ditemukan di depan sebuah toko di seputaran TKP.

Berbekal dari handphone itu, kemudian para pelaku berhasil dibekuk. Dari penangkapan kelima pelaku, tiga diantaranya dihadiahi timah panas. Sebab, tiga pelaku tersebut sempat melakukan perlawanan dan membahayakan petugas.

Saat melakukan penangkapan, tim Pandawa tidak sendirian. Tim buser tersebut berkoordinasi dengan tim Resmob Polres Tomohon dan Polres Minahasa karena kelima pelaku berada di wilayah hukum tersebut.

BACA  Pohon Tumbang Rusak Rumah Warga Pohe

KBO Reskrim Polres Gorontalo, Ipda Natalia Olii, SH ketika dikonfirmasi sejumlah awak media membenarkan penangkapan tersebut.

“Iya benar. Lima pelaku pencurian sarang burung walet sudah kami amankan. Tiga diantaranya sempat kami lakukan tindakan tegas karena melakukan perlawanan saat menuju Gorontalo. Penangkapan ini berdasarkan laporan kepolisian bahwa pada 28 Juni 2020 yang lalu telah terjadi aksi pencurian di Desa Pantungo, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo yang menyebabkan korban Dafrianto Abdullah mengalami kerugian sekitar 20 Juta Rupiah,” beber Natalia.

BACA  Komnas HAM Desak Polisi Penyiksa Tahanan Ditindak Pidana

Dikatakannya pula, dari hasil interogasi awal kelimanya telah mengakui aksi perbuatan melanggar hukum yang mereka lakukan. Bahkan, para pelaku juga sempat melakukan aksi yang sama di Kecamatan Dulupi, Kabupaten Boalemo.

Dari hasil pengakuan mereka juga bahwa aksi itu dilakukan tidak hanya mereka berlima, ada salah satu pelaku lagi yang saat ini tengah diburu pihaknya.

“Dari rekaman CCTV di TKP menunjukkan pelakunya adalah mereka,” kata Natalia.

Lebih lanjut, Natalia menjelaskan para pelaku akan dijerat dengan pasal 363 dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. (vyr/hg)


Komentar