Gorontalo

DJPb Paparkan Kinerja APBN di Provinsi Gorontalo hingga Februari 2024

×

DJPb Paparkan Kinerja APBN di Provinsi Gorontalo hingga Februari 2024

Share this article
DJPb Paparkan Kinerja APBN di Provinsi Gorontalo hingga Februari 2024
Konferensi pers APBN Lo Hulonthalo di Kantor DJPb Provinsi Gorontalo, Rabu (27/3/2024).(Foto: Iwan/HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO – Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Gorontalo mencatat, kinerja APBN sampai dengan Februari 2024 pada sisi pendapatan negara mencapai Rp 199,4 Miliar atau terealisasi 24,59 persen dari target.

Berita Terkait:  Tingkat Kepatuhan Masyarakat Rendah, Wagub Minta Samsat Maksimalkan Layanan Jemput Bola

Kepala Kanwil DJPb Provinsi Gorontalo, Adnan Wimbyarto mengatakan, capaian tersebut naik 53,37 persen (yoy) dengan rincian penerimaan perpajakan sebesar Rp 117,4 Miliar dan PNBP sebesar Rp 81,9 Miliar.

“Sementara itu dari sisi belanja, telah terealisasi Rp 1.708,3 Miliar atau 13,31 persen dari pagu,” kata Adnan Wimbyarto dalam konferensi pers APBN Lo Hulonthalo di Kantor DJPb Provinsi Gorontalo, Rabu (27/3/2024).

Berita Terkait:  Jadi Ajang yang Bisa Angkat Martabat Gorontalo, RG Dukung Penuh GHM 2025

Capaian realisasi ini, lanjut Adnan Wimbyarto, naik 38,89 persen (yoy). Dimana, kata dia, total belanja tersebut terdiri atas realisasi belanja KL sebesar Rp 670,38 Miliar dan TKD sebesar Rp 1.037,9.

“Berdasarkan pendapatan dan belanja tersebut maka diperoleh defisit APBN di Gorontalo sebesar Rp 1.508,96 Miliar,” ungkap Adnan Wimbyarto.

Berita Terkait:  Gubernur Gusnar Tekankan Efektivitas Anggaran di Paripurna Deprov Gorontalo

Pengeluaran Pemerintah

Adnan Wimbyarto menjelaskan, salah satu bentuk pengeluaran pemerintah yang berdampak langsung kepada masyarakat adalah terkait dengan belanja untuk perlindungan sosial.

Berita Terkait:  Penjagub Buka Bersama dan Serahkan Hibah Rp 100 Juta di Masjid An-Nur

Pada awal tahun 2024, terdapat 3 jenis belanja yang telah disalurkan meliputi Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan Bantuan Atensi Yatim Piatu (YAPI).

“Total belanja perlinsos di Gorontalo sampai dengan Februari 2024 berjumlah sebesar Rp 82,81 Miliar,” ujarnya.

Berita Terkait:  Pemprov Luncurkan Portal PENTAGON, Dorong Tata Kelola Data Terintegrasi dan Transparan

Adnan Wimbyarto mengatakan, pencairan BPNT dan PKH ini merupakan bagian dari

upaya pemerintah dalam memberikan jaminan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.

Sedangkan bantuan YAPI dikhususkan untuk generasi penerus bangsa yang orangtuanya

telah meninggal dunia, agar terhindar dari kerentanan seperti keterlantaran, kekerasan, atau eksploitasi anak.

Berita Terkait:  Tingkatkan Penyajian Data Akurat, Rifli: Metadata Statistik Sektoral Sangat Penting

“Dengan adanya bantuan ini, diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi Keluarga Penerima Manfaat (KPM), khususnya dalam memenuhi kebutuhan pangan dan kebutuhan dasar lainnya,” kata Adnan Wimbyarto.

Penerimaan Pajak Dalam Negeri

Kepala KPP Gorontalo Primadona Harahap mengungkapkan, penerimaan pajak dalam negeri di Provinsi Gorontalo hingga Februari 2024 tercapai sebesar Rp104,3 M atau mencapai 10,12% dari Target 2024.

Berita Terkait:  Wagub Idah Apresiasi Kontribusi KKSS Terhadap Pembangunan Daerah

Dimana, penerimaan Pajak Dalam Negeri Gorontalo didominasi oleh komponen PPh sebesar Rp 67,27 Miliar,

diikuti oleh komponen PPN sebesar Rp 33,73 Miliar.

“Sedangkan, pajak lainnya sebesar Rp 3,28 Miliar, komponen PBB sebesar Rp 0,008 Miliar,” katanya.

Berita Terkait:  Serahkan Bantuan Pangan di Ponelo, Wagub Idah Ingatkan Pencegahan Nikah Usia Dini

Berdasarkan sektornya, penerimaan yang berasal dari sektor Administrasi Pemerintahan dan Jaminan Sosial Wajib menjadi komponen terbesar dengan kontribusi 56,89 persen.

“Jika disajikan per Wilayah, Penerimaan Pajak didominasi oleh Kota Gorontalo yang menyumbang sebesar Rp 56,29 Miliar atau 53.97 persen,” tandasnya.(*)

Berita Terkait:  Ribuan Warga Bone Bolango Serbu Pasar Murah Pemprov Gorontalo

Penulis: Sucipto Mokodompis