Jumat, 14 Mei 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



DLH Minta Petani Gunakan Sistem Tanam Agroforestry

Oleh Alosius M. Budiman , dalam Kab. Gorontalo Utara , pada Kamis, 22 April 2021 | 23:05 WITA Tag: , ,
  Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Ilyas Lagarusu



Hargo.co.id, GORONTALO – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH)  Gorontalo Utara (Gorut), Ilyas Lagarusu meminta kepada masyarakat petani untuk dapat menerapkan sistem tanam agroforestry. Ini untuk mengantisipasi setiap turun hujan terjadi banjir. 

Apa yang disampaikan Ilyas Lagarusu, bukan tanpa alasan. Namun lebih kepada melihat kondisi yang terjadi di daerah ini yang setiap kali turun hujan dapat dipastikan terjadi banjir. 

Tentunya musibah banjir tersebut tidak terlepas dari kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga ekosistem hutan dengan membuka lahan pertanian yang semakin banyak. 

“Dengan adanya peningkatan produksi pertanian terutama jagung, hal inilah yang kemudian membuat tutupan lahan yang ada di daerah kita ini semakin berkurang,” ungkapnya.

Guna mencegah terjadinya banjir ketika musim hujan tiba, Ilyas Lagarusu menegaskan bahwa hal tersebut harus dapat diantisipasi dengan menerapkan sistem tanam agroforestry. 

“Terutama untuk lahan pertanian yang kemiringannya di atas 45 derajat, itu harus diselingi dengan tanaman tahunan,” tegasnya.

Sistem tanam agroforestry atau yang dikenal juga sebagai wanatani sangatlah baik untuk diterapkan di Gorontalo Utara oleh para petani. Sistem ini, kata Ilyas Lagarusu, dapat memberikan multi manfaat baik kepada para petani itu sendiri maupun manfaat terhadap lingkungan. 

“Sistem ini merupakan perpaduan antara tanaman musiman dan tahunan yang jika dijalankan petani dapat memperoleh penghasilan baik dari tanaman musiman maupun tanaman tahunan serta lingkungan hidup terus terjaga, dan itu yang paling penting,” kuncinya. (abk/adv/hargo)

BACA  Sebelum Ditutup, Penjagaan di Wilayah Perbatasan Mulai Diperketat 

Komentar