Selasa, 20 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Dosen UNG Tegaskan, Bahasa Atinggola Bukan Dialek

Oleh Berita Hargo , dalam Edukasi Gorontalo , pada Selasa, 30 Maret 2021 | 21:04 WITA Tag: , ,
  Dosen Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia UNG, Dr. Dakia N. Djou. (Foto Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Munculnya kabar bahwa secara nasional Bahasa Atinggola hanya dialek atau tak masuk dalam kategori bahasa, memantik reaksi. Salah satunya yakni Dosen Sastra dan Bahasa Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Dr. Dakia N. Djou.

Kepada Hargo.co.id, Dr. Dakia N. Djou, menjelaskan, Gorontalo merupakan salah satu daerah yang identik dengan bahasa. Diantaranya Bahasa Gorontalo, Suwawa, Atinggola dan Bulango. Bahasa Atinggola dengan Bahasa Bulango memiliki kemiripan yang besar. Sedangkan Bahasa Suwawa dengan Bahasa Bulango jauh kemiripannya.

BACA  Wagub Gorontalo: HKG ke-49 tahun 2021 Momen Evaluasi Kinerja PKK

“Mungkin karena itulah, ada anggapan jika Bahasa Atinggola termasuk dialek Bahasa Bulango. Namun, perlu dicatat bahwa itu menjadi alat komunikasi masyarakat setempat. Maka suatu bahasa tentu hanya dapat dipahami oleh penutur di daerah itu pula,” kata Dakia N. Djou.

Lanjut katanya, perbedaan antara bahasa dan dialek, tergantung pada bahasa tersebut,  dipahami orang lain atau tidak.

BACA  Ini Hasil Rapat Yang Disepakati Forkopimda Gorontalo

“Jadi, menurut saya, Bahasa Atinggola memang bahasa, bukan hanya sebatas dialek. Alasannya, ketika saya bertemu dengan mereka yang sementara berbahasa Atinggola, saya tidak paham,” jelas Dakia N. Djou.

Tetapi saat ini, belum ada penelitian yang pasti apakah Bahasa Gorontalo masuk dialek Atinggola, Bahasa Gorontalo masuk dialek Suwawa.

“Namun selama ini orang-orang juga sudah mengenal Bahasa Atinggola adalah bahasa bukan dialek,” kuncinya.

BACA  Fakta di Balik Wisuda Drive Thru, Ada Merogoh Kocek Hingga Rp 500 Ribu

Sebelumnya, telah diberitakan bahwa Kantor Bahasa Gorontalo akan melakukan pengkajian guna memastikan apakah Bahasa Atinggola hanya sebatas dialek atau memang bahasa. Pasalnya, secara nasioanal hanya dianggap sebagai dialek.

Itu juga memantik reaksi dari Anggota DPRD Gorontalo Utara, dari Dapil Atinggola-Gentuma, Rina Polapa. Menurutnya, sangat mendukung langkah dilakukan pengkajian, dengan target memberi kepastian tentang Bahasa Atinggola, apakah dialek atau bahasa. (hilmi/ung/hargo)


Komentar