Kamis, 8 Desember 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



DPP SPN Bantah Minta Gaji Besar untuk Beli Mobil dan Apartemen

Oleh Aslan , dalam Kabar Nusantara , pada Sabtu, 6 Mei 2017 | 07:00 Tag: , ,
  

Hargo.co.id – Ketua Umum DPP Serikat Pekerja Nasional (SPN) Iwan Kusmawan mengeluhkan terkait adanya oknum yang mengatasnamakan pegurus SPN. Iwan menegaskan bahwa dalam struktur organisasi DPP SPN tidak ada orang yang bernama Baso Rukman.

Pasalnya, dia merasa dirugikan ada orang bernama Baso Rukman yang mengatasnamakan SPN, dengan menyebut buruh tuntut pemerintah berikan gaji besar karena ingin mempunyai mobil dan apartemen. “Tidak ada namanya Baso Rukman di dalam struktur DPP SPN,” tegas Iwan kepada JawaPos.com, Jumat (5/5).

Menurutnya, DPP SPN yang sah adalah yang dipimpinnya. Sehingga tidak ada boleh yang mengatasnamakan SPN. Apalagi sampai memberikan keterangan tidak benar terhadap media.

“DPP SPN tidak pernah meminta gaji buruh dinaikan untuk membeli apartemen, mobil dan sebagainya. Ini sudah memicu keresahan anggota SPN,” katanya.

Karenanya, Iwan menegaskan pihaknya akan melaporkan ke polisi Baso Rukman yang mengaku sebagai bagian dari kepengurusan SPN. Namun itu baru dilakukan setelah media dan Universitas Pertamina selaku penyelenggara diskusi memberikan klarifikasi. “Akan dilaporkan ke kepolisian karena Baso Rukman sudah mencatut dan sudah memberikan keterangan palsu,” tegasnya.

Sebelumnya, pada 29 April 2017, Ketua DPP SPN Baso Rukman meminta buruh mendapatkan upah yang besar. Namun upah itu tidak bisa disamaratakan. Untuk Jakarta, menurut Baso, buruh idealnya mendapatkan upah di atas Rp 7 juta.

“Jadi buruh bisa cicil rumah, apartemen misalnya, kredit mobil dan untuk kebutuhan makan, minum dan bersosialisai,” kata Baso dalam diskusi di Universitas Pertamina, Jakarta, Sabtu (29/4).

Namun hal itu hanya berlaku di daerah Jakarta saja. Untuk daerah lain tuntutan upah buruh bisa lebih besar ataupun kecil karena setiap provinsi kondisi ekonomi tidak bisa disamakan. (hg/cr2‎/JPG)

(Visited 3 times, 1 visits today)

Komentar