Sabtu, 5 Desember 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



DPR Minta Jangan Ada Pembubaran Salat Idul Fitri

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Senayan , pada Sabtu, 23 Mei 2020 | 10:05 WITA Tag: , ,
  Ilustrasi, Suasana Salat Ied 1439 H / 2018 M (Foto: Puspen TNI)


Hargo.co.id, JAKARTA – Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto meminta tidak ada pembubaran Salat Idulfitri 1 Syawal 1441 H, pada Ahad 24 Mei 2020 yang dilakukan umat Islam di masjid atau di lapangan.

Seperti dilansir jpnn.com, Hal itu diungkap Yandri dalam jumpa pers usai Sidang Isbat penentuan 1 Syawal 1441 H di kantor Kemenag, Jumat (22/5).

Jumpa pers dihadiri Menteri Agama Fachrul Razi, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Abdullah Jaidi, Wakil Menag Zainut Tauhid Sa’adi, dan lainnya.

Yandri menyambut baik keputusan pemerintah maupun Fatwa MUI agar umat Salat Idulfitri di rumah masing-masing.

BACA  DPR Desak Pemerintah Jegal Manuver Terbaru Israel

Namun, politikus Partai Amanat Nasional (PAN), itu mengatakan bahwa dalam faktanya selama Ramadan saja banyak umat Islam yang tetap melaksanakan ibadah di masjid.

“Karena itu, jika saja nanti 1 Syawal 1441 Hijriah ada warga atau umat yang tetap salat di lapangan atau di rumah, mohon kiranya, kami DPR mengharapkan tidak ada tindakan represif dari aparat keamanan, tidak ada pembubaran atau apa pun namanya secara kekerasan,” kata Yandri.

Dia menegaskan harus terjadi dialog yang bagus. Kalau bisa dicegah, itu lebih baik dilakukan pencegahan.

“Namun kalau orang sudah kumpul di masjid, di lapangan, terus dibubarkan, saya kira akan menimbulkan persoalan baru,” ungkap Yandri.

BACA  Jumlah WNI Terpapar Covid-19 Meningkat, Ini Kata Bamsoet

Ia juga mendukung bila ada umat yang dari zona hijau Covid-19 pengin melaksanakan Salat Idulfitri, agar tidak boleh dibubarkan.

Pasalnya, ujar Yandri, banyak keluhan dari masyarakat yang mempertanyakan kenapa mal-mal banyak buka dari jam 11.00 sampai 22.00, pasar juga ramai, tetapi justru dibiarkan alias tidak dibubarkan.

Yandri menegaskan harus satu kata corona adalah musuh bersama, dan dihadapi secara bersama-sama. Karena itu, DPR juga berharap ketegasan pemerintah untuk menegakkan protokol corona.

BACA  HGN 2020, Bamsoet: Perhatikan Nasib Guru Honorer

“Jadi, kalau pasar boleh dibuka, mal boleh dibuka, saya kira kalau ada umat Islam dengan keyakinannya, dan insyaallah dari zona hijau tidak ada terpapar Covid-19 mohon kiranya tidak dibub!rkan atau tidak ada tindakan represif baik dari polisi, tentara, aparat lurah, desa, camat, bupati, wali kota, gubernur dan lainnya,” kata Yandri.

“Insyaallah sekali lagi dengan kebersamaan ini kita tatap masa depan yang lebih baik.” (boy/jpnn/hg)

 

 

 

 

*) Artikel ini telah diterbitkan oleh jpnn.com dengan judul “DPR: Jangan Ada Pembubaran Salat Idulfitri”. Pada edisi Jumat, 22 Mei 2020.

Komentar