Jumat, 25 September 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



DPRD Target Pembahasan RAPBD 2020 Tuntas Pekan Depan 

Oleh Alosius M. Budiman , dalam Kab. Gorontalo Utara Legislatif , pada Minggu, 10 November 2019 | 16:05 WITA
  


Hargo.co.od, GORONTALO – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gorontalo Utara (Gorut), Djafar Ismail menargetkan pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) 2020 tuntas pekan depan. Artinya, penandatanganan bersama dengan pemerintah daerah dilakukan pada 27 November mendatang.

“Maka dari itu, pembahasan terhadap RAPBD Gorut 2020 harus digenjot dan dipercepat agar target yang dipasang tersebut dapat tercapai,” ungkap Djafar Ismail.

BACA  MTQ Diharapkan Lahirkan Qori dan Qoriah yang Berkualitas

Penasehat fraksi PDIP tersebut menegaskan bahwa pembahasan awal memang telah dilakukan bersama dengan para komisi sesuai dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mitra kerja masing-masing.

“Untuk pembahasan di tingkatan Badan Anggaran (Banggar) itu akan dilaksanakan mulai Senin besok (hari ini, red) bersama dengan seluruh OPD,” tegasnya.

Aleg 4 periode tersebut mengatakan bahwa percepatan pembahasan tersebut penting, karena regulasi yang ada telah mengaturnya.

BACA  Raup 22 Suara, Herman Walangadi Melenggang ke Kursi Wabup Gorontalo

“Karena dalam regulasi jelas ada batasan waktu yang telah ditetapkan paling lambat 30 November telah dilakukan penandatanganan bersama, dan untuk proses selanjutnya itu tinggal diikuti,” ujarnya.

Untuk kelancaran pembahasan nanti yang ditargetkan dapat rampung dalam seminggu, diharapkan juga kerjasama dari seluruh OPD dalam pembahasan nanti.

“OPD diharapkan dapat hadir dalam pembahasan RAPBD tahun 2020 dan juga pimpinan OPD juga harus hadir lengkap agar dapat memberikan penjelasan ketika dimintai keterangan,” kata Djafar Ismail.

BACA  Ketua DPRD Gorontalo Utara Duga Perda APBD Cacat Hukum

Begitu juga terhadap catatan hasil dari pembahasan bersama dengan komisi juga harus dilengkapi, karena catatan tersebut hasil pembahasan awal dan laporannya masuk ke Banggar.

“Dan catatan tersebut akan menjadi perhatian Banggar, dan ketika catatan tersebut tidak diperhatikan maka tentu akan ada sanksinya,” pungkasnya. (abk/hg)


Komentar