Minggu, 23 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



DPRD Warning ASN, Jangan Tergoda ‘Budaya’ Sogok Menyogok

Oleh Admin Hargo , dalam Legislatif , pada Rabu, 1 Desember 2021 | 02:05 AM Tag: , , ,
  Ketua DPRD Boalemo, Karyawan Eka Putra Noho. (Foto : Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Ketua DPRD Boalemo Karyawan Eka Putra Noho, mengatakan, menegaskan agar Aparatur Sipil Negara (ASN) jangan tergoda dengan budaya sogok menyogok. Maklum, beredar kabar jika hal seperti itu banyak terjadi di daerah lain di luar Gorontalo. 

Menurutnya, hal ini adalah mental yang tidak baik yang harus ditinggalkan. Betapa tidak, katanya, jika ini terjadi, maka bisa dipastikan, bahwa generasi selanjutnya, akan melanjutkan budaya seperti itu. Sebab, ia sendiri terlahir lahir dari situ.

“Jangan heran ketika ada ASN terlibat kasus seperti suap. Karena dari proses mereka dapat jabatan saja seperti itu,” kata Karyawan Eka Putra Noho, masih dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke 50 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) 2021, Selasa, (30/11/2021).

Namun, meski demikian menurut Ketua DPC PDI Perjuangan Boalemo yang akrab disapa Eka itu, masih banyak juga ASN yang tidak punya jabatan. Tapi mereka tetap bertahan dan menjalankan amanah yang diembannya dengan sebaik-baiknya.

“Saya yakin, ASN di Boalemo tak akan melakukan hal seperti itu. Walaupun tidak tertutup kemungkinan, masih ada pula permainan seperti itu. Dan terbukti beberapa daerah ada kasus-kasus, yang seharusnya tidak dilakukan dalam jabatan,” kata Eka.

Dikatakannya, orang yang masuk ASN itu pilihan. Harus betul-betul memahami apa tujuan menjadi ASN. Harusnya kata Eka, ASN berfikir wawasannya untuk negara, dan bukan untuk yang lain-lain yang justru akan menyesatkannya di tengah perjalanan.

“Begitu juga ketika ada ASN yang berpolitik, itu tentunya sudah lari dari tujuan. Seharusnya, ketika ada politik perubahan kepemimpinan, mereka tetap ASN. Ini harus dipertahankan,” tuturnya.

Lebih lanjut menurut Eka, tak ada yang salah, misalnya seorang ASN berpikiran ingin menjadi kepala daerah. Namun, harus meletakkan jabatan ASN terlebih dahulu sebelum terjun. Harus murni berpolitik dan siap babak belur politik.

Adapun untuk memberikan pelayanan yang terbaik ke publik, lanjutnya, para ASN harus menimba ilmu. Apalagi masyarakat sekarang ini sudah pada maju wawasan dan mentalnya. Meski tidak sekolah formal, tapi banyak membaca, banyak nonton televisi, dan lainnya, menjadi modal bagi masyarakat.

“Sehingga, jangan sampai ASN kalah,” tegas Eka.

Begitu pula, jika menilik perjuangan para ASN terdahulu, tugas mereka lebih berat. Ada yang hanya bersepeda, bahkan jalan kaki ke tempat kerja. Tapi, benar-benar melaksanakan tugas negara dengan baik dan benar.

“Ini yang harus kita teladani, jangan sampai jiwa seperti itu hilang dari para ASN sekarang. Kita sekarang hidup serba mudah, ditopang oleh perkembangan teknologi yang membuat kita lebih mudah dalam bekerja,” imbuhnya.

Tak hanya itu, ASN terdahulu kata Eka, juga terjalin kerukunan di antara mereka. Untuk itu, sekarang harus ditumbuhkan kembali semangat dan kerja itu untuk menghadapi perkembangan jaman yang serba digitalisasi pada saat sekarang. 

Menurutnya, apa yang dilakukan para pendiri bangsa ini, sebagai pegawai, semangat rasa nasionalismenya juga tinggi. Sehingga tidak mudah terpapar dengan paham-paham radikalisme.

“Rasa kebangsaan yang tinggi itu harus terus dikencangkan, dan jangan sampai kendor atau terkikis oleh rasa yang lain-lain. Saya sebagai Ketua DPRD Boalemo mengucapkan selamat HUT ke-50  Korpri. Saya berharap Korpri terus berbenah dan memajukan pegawai Indonesia yang cerdas dan berkualitas,” pungkasnya. (***)

 

Penulis : Abdul Majid Rahman

(Visited 136 times, 1 visits today)

Komentar