Minggu, 20 Juni 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



DPT Pemilu 2019: 14 Ribu Pemilih Belum Rekam e-KTP

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Sabtu, 1 September 2018 | 03:00 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id, GORONTALO – Penuntasan perekaman Elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) masih harus dipacu lagi. Hingga saat ini, masih ada sebanyak 14.613 penduduk yang belum melakukan perekaman e-KTP.

Masih adanya belasan ribu penduduk yang belum merekam e-KTP mengemuka dalam rapat pleno terbuka rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019 tingkat Provinsi Gorontalo, Kamis (30/8) di Hotel Damhil, Kota Gorontalo.

Rapat pleno dihadiri KPU kabupaten/kota, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi/Kabupaten/Kota, Bawaslu Provinsi Gorontalo dan seluruh perwakilan partai politik.
Anggota Komisioner KPU Sophian Rahmola menjelaskan, pemilih yang belum melakukan perekaman e-KTP, belum kehilangan hak pilihnya.

BACA  Dicanangkan Gubernur, Pelaksanaan PPKM Mikro di Pohuwato Mulai Berlaku

“Para pemilih tersebut akan dimasukkan ke dalam daftar pemilih khusus apabila jelang pemilihan mereka sementara mengurus perekaman e-KTP,” kata Sophian Rahmola.

Sehingga, kata Sophian Rahmola mengemukakan, KPU menyarankan kepada Dukcapil memberikan ruang bagi mereka untuk melakukan perekaman. Pihak KPU sudah sejak lama terus melakukan koordinasi dengan dinas kependudukan dan catatan sipil.

BACA  Berkunjung ke Gorontalo, Kementerian Kominfo Sosialisasikan Program DTS

“PPK serta PPS, untuk terus mengajak warga agar bisa ikut berpartisipasi dalam pemilihan umum nanti,” ujar Sophian Rahmola.

KPU juga berharap, partai politik turut mengambil bagian dalam mengajak warga untuk melakukan perekaman e-KTP.

Lebih lanjut, Sophian Rahmola menambahkan, dalam rapat kali ini juga pihak KPU Provinsi memberikan penghargaan kepada daerah-daerah berperan ikut membantu kerja KPU berkaitan pengelolaan data pemilih.

Terpisah, Anggota Bawaslu Provinsi Jaharuddin Umar mengatakan, hasil rekapitulasi DPT, akan dikroscek kembali oleh Bawaslu. Hal itu dilakukan untuk menghindari adanya pemilih ganda.

BACA  Bahas Peran Penting ASN, Dewan Pengurus Korpri Gorontalo Gelar Raker

Terkait dengan adanya pemilih yang belum memiliki KTP-Elektronik, dirinya akan terus mendorong kepada seluruh pengawas di semua tingkatan sampai ke desa dan kelurahan agar terus bekerja mengajak warga yang belum memiliki KTP-Elektronik untuk melakukan perekaman data.

“Pada prinsipnya kami ingin mendapatkan data yang akurat, sebelum data tersebut dijadikan ketentuan untuk mencetak surat suara sesuai DPT yang ditambah 2%”, terang Jaharuddin. (tr59/gp/hg)


Komentar