Rabu, 6 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Dua Aleg Nyaris Adu Jotos, Mau Tahu Kenapa?

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Kota Gorontalo , pada Senin, 19 November 2018 | 23:23 Tag:
  

Hargo.co.id, GORONTALO – Sebuah tontonan yang tak layak ditampilkan oleh dua wakil rakyat di Kota Gorontalo yakni Hais Nusi dan Darmawan Duming. Keduanya nyaris adu jotos saat rapat gabungan komisi DPRD Kota Gorontalo dengan pihak Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Gorontalo, Senin (19/11/2018) tengah berlangsung.

Pantauan Hargo.co.id (Harian Gorontalo Post Grup), pertikaian dipicu karena keduanya saling kritik. Awalnya, rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kota Gorontalo, Erman Latjengke berjalan dengan lancar. Erman Latjengke terlebih dahulu membacakan susunan rapat, mulai dari pengatar dari pimpinan rapat, penjelasan dari pihak pemerintah kota, tanggapan dan saran dari anggota DPRD Kota Gorontalo, hingga kesimpulan.

Saat Kepala BKPP Kota Gorontalo, Iksan Hakim memberikan penjelasannya, tiba-tiba langsung muncul interupsi dari Ketua Komisi B DPRD Kota Gorontalo Ariston Tilameo.

Tapi, apa yang disampaikan oleh Ariston ini, mendapatkan tanggapan dari Aleg Komisi A, Darmawan Duming yang meminta bahwa untuk sesi tanggapan dan saran dari anggota dewan itu ada waktunya. Aksi dari Darmawan ini pun, tentunya tidak bisa diterima oleh setiap anggota termasuk Ketua Komisi C Hais Nusi.

Setelah memasuki tanggapan dan saran dari anggota DPRD Kota Gorontalo, pimpinan DPRD terlebih dahulu mempersilahkan Komisi A untuk memberikan tanggapan dan sarannya. Lalu, Darmawan Duming langsung berbicara, namun dipotong oleh Hais Nusi.

Alasan Hais Nusi, agar yang lebih dulu bicara adalah Ketua Komisi A, Ekwan Ahmad, karena itu bagian etika yang selama ini dijunjung tinggi oleh DPRD Kota Gorontalo.

Tak terima dengan kritik dari Hais Nusi, Darmawan membalas dengan kritiknya. Saling adu pendapat pun tidak bisa dihindari, bahkan keduanya nyaris saja adu jotos. Kedua politisi ini, sudah ambil ancang-ancang untuk saling pukul. Untungnya berhasil dilerai oleh para Aleg lainnya.

Saat diwawancarai, Darmawan mengatakan bahwa, apa yang dilakukannya hanya menjalankan mekanisme rapat saja. “Pertama saya hadir dalam rapat ini tepat waktu, tapi rapatnya molor. Berikutnya saya menyampaikan sesuai dengan mekanisme rapat, dan setelah saya berbicara saya langsung dipotong. Tapi itulah dinamika, sehingga itu saya memilih langsung walk out dari rapat, agar tidak melebar lagi persoalannya,” ungkapnya.

Hais Nusi yang juga dikonfimasi mengatakan bahwa, dalam DPRD kalau tidak mau dikritik jangan melakukan kritik. “Dia (Darmawan,red) mengkritik ketua fraksinya sendiri. Tapi giliran Komisi A, saya juga mengkritik harus didahulukan ketua komisi A, Tapi dia tidak terima. Ini  yang terjadi dinamika di DPRD Kota Gorontalo,” pungkasnya. (wan/hg)

(Visited 3 times, 1 visits today)

Komentar