Rabu, 20 Oktober 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Dua Anggota Polres Dipecat Secara Tidak Hormat

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Metropolis , pada Kamis, 1 Maret 2018 | 10:12 AM Tag: ,
  

GORONTALO Hargo.co.id – Wakapolres Pohuwato, Kompol Amner Purba, menyatakan dua anggotanya resmi diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) alias dipecat pada upacara, kemarin, Rabu (28/2).

Hal itu dilakukan guna menindaklanjuti putusan Polda Gorontalo tentang pemberhentian tidak dengan hormat dari dinas Polri kepada dua anggotanya yakni Muhamad Chaidir Abbas dan Yayan Yudiarta yang berpangkat terakhir Brigadir Satu atau Briptu.

Saat upacara tersebut, kedua anggota polisi yang bersangkutan tidak hadir. Dari informasi yang dirangkum Gorontalo Post, kedua anggota polisi tersebut telah melanggar kode etik profesi Polri karena sejak 2014 sampai saat ini sudah tidak pernah lagi melaksanakan tugasnya sebagai anggota Polri. Keduanya pun sudah diberikan peringatan dan dilakukan sidang komisi kode etik profesi Polri.

Namun keduanya masih tetap tak melaksanakan tugas. Meski harus kehilangan kedua anngotanya, Polres Pohuwato tetap memberhentikan keduanya sebagai bentuk realisasi penerapan kedisiplinan di jajaran Polres Pohuwato.

Wakapolres Kompol Amner Purba, mengungkapkan, hal ini dilakukan demi mewujudkan supermasi hukum Internal Organisasi Polri.

“Yang bersangkutan sebelumnya kita sudah proses sidang kode etik profesi terlebih dahulu, namun tidak juga memberikan efek kepada yang bersangkutan sehingga pemberhentian ini dilaksanakan,” ujarnya. Amner juga berharap peristiwa yang sangat merugikan ini tidak terulang di masa yang akan datang.

Namun jika masih ada juga anggotanya yang melanggar kode etik profesi Polri, maka dengan terpaksa harus pula diberikan sanksi dengan seadil-adilnya. “Saya harap ini menjadi contoh bagi anggota yang lain agar tak melakukan pelanggaran,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolres Pohuwato, AKBP Dafcoriza,SIK yang dihubungi terpisah mengatakan, anggota Polri harus menyadari bahwa sejak dilantik usai pendidikan, maka pada dirinya sebagai insan Bhayangkara sejati, memiliki hak dan kewajiban, sehingga dalam perjalanan kariernya harus selalu terpatri di dalam sanubarinya untuk menyeimbangkan kedua hal tersebut sehingga bermuara pada tingkah laku personil Polri yang tidak hanya menuntut hak-haknya saja.

Namun juga selalu berkewajiban hadir ditengah-tengah masyarakat menjadi pelindung, pengayom dan pelayan mereka.

“Bukan hanya karena kewajiban sebagai abdi negara. Lebih jauh dari itu, sebagai pertanggungjawaban amanah yang diberikan Allah SWT.

Oleh karena itu, kami berharap agar hal ini bisa menjadi perhatian bersama. Bukan hanya anggota Polres Pohuwato saja, akan tetapi seluruh anggota Polsek yang ada di wilayah hukum Polres Pohuwato,” tandasnya.(Tr-56/kif)

(Visited 3 times, 1 visits today)

Komentar