Dua Bulan di Tengah Laut, Tujuh Nelayan Gorontalo Ditemukan di Perairan Papua

Tim Basarnas dan Sekretaris KKIG Biak bersama tujuh nelayan Gorontalo yang ditemukan hanyut diperairan Papua usai dievakuasi ke Pelabuhan Biak. (Foto Istimewa/ KKIG Biak)

Hargo.co.id, GORONTALO – Tujuh nelayan asal Gorontalo yang dikabarkan hilang sejak dua bulan lalu, kini sudah ditemukan sejak Ahad, (03/11/2019). Mereka ditemukan di perairan Papua oleh nelayan asal Buton.

Menurut Sekretaris Kerukunan Keluarga Indonesia Gorontalo (KKIG) Biak, Papua, Boby Otoluwa, tujuh warga yang dikabarkan hilang sejak dua bulan lalu, kini sudah ditemukan. Mereka ditemukan oleh nelayan asal Buton, Sulawesi Tenggara sekitar 20 mil sebelum perbatasan Indonesia-Filipina atau 400 mil dari daratan Papua.

“Saat ditemukan ketujuh nelayan asal Gorontalo itu, tengah terombang ambing di atas rumpon, dan langsung meminta bantuan untuk dievakuasi. Mereka mengaku penyebab hanyut karena tali jangkar rumpon mereka putus dan terbawa arus,” kata Boby Otoluwa ketika dihubungi melalui telepon, Jumat (08/11/2019).

Nelayan asal Buton langsung mengevakuasi mereka ke Pelabuhan Biak. Selanjutnya, KKIG Biak menginformasikan kepada pihak Basarnas Biak. Mereka membutuhkan waktu dua hari, dua malam dari penemuan di tengah laut hingga ke pelabuhan.

“Setibanya di Pelabuhan Biak para korban langsung dievakuasi ke kantor Basarnas untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan medis. Hasilnya, semuanya dalam keadaan sehat,” ungkap Boby Otoluwa.

Adapun nama-nama nelayan tersebut yakni Simin Lahabu (44), Tamrin K. Talib (47), Sarton Karim (44), Japar Talib (37), Jupri Pago (20), Abd. Najir Karim (21), dan Pandri Kayiu (21).

Usai mendapatkan perawatan medis serta pendataan, oleh KKIG, ke 7 orang nelayan Gorontalo ini kemudian langsung dipulangkan ke Gorontalo dalam keadaan sehat. (zul/hg)

-