Kamis, 18 Agustus 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Dua Desa di Dulupi Terendam Banjir pada Malam Takbir

Oleh Admin Hargo , dalam Headline Metropolis , pada Sabtu, 9 Juli 2022 | 23:57 Tag: , ,
  Puluhan rumah warga di Desa Dulupi dan Tabongo, direndam banjir. (Foto : Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Curah hujan yang tak hentinya mengguyur wilayah Kecamatan Dulupi, Boalemo mulai pukul 18.00 Wita hingga pukul 23.00 Wita, menyebabkan dua desa terendam banjir. Ini terjadi pada Sabtu, (09/07/2022) yang mana warga di Desa Tabongo dan Desa Dulupi terendam banjir di malam takbir. 

Informasi yang dihimpun, banjir menggenangi puluhan rumah di dua desa ini. Air mulai naik sekitar pukul 21.00 Wita. Saat ini pun, tinggi air masih terus bertambah, hingga mencapai sekitar 1 meter. Namun, para warga, masih tetap bertahan, sembari membersihkan rumah masing-masing.

“Berbeda dengan banjir-banjir sebelumnya, tinggi air sekarang, lebih tinggi. Malah sudah mencapai tinggi paha orang dewasa,” kata Herman Djibu, salah seorang warga Dulupi, yang berhasil dihubungi Hargo.co.id.

Ia mengatakan, sumber air berasal luapan air sungai Dulupi. Maklum, Desa ini kata dia, memang kerap menjadi langganan banjir, dan penyebabnya adalah luapan air sungai. Namun terkait tinggi air sendiri, yang jauh lebih tinggi dibandingkan sebelumnya, diduga lantaran ada pembangunan yang tak memiliki kajian lingkungan.

“Iya, saya perhatikan rumah-rumah warga di sini, cukup parah genangan airnya, dan tak biasanya tinggi air seperti ini. Bayangkan saja, rumah Ibu Ketua KPU Boalemo, Asra Djibu, yang tak pernah dimasuki air banjir saja, sudah dimasuki oleh air banjir yang terjadi malam ini,”ungkapnya.

Rahayu Wahyuni Hasan, salah seorang warga yang juga terdampak musibah ini, mengatakan, ia bersama keluarganya memilih belum mengungsi, karena masih menyelamatkan barang-barang di rumah.

“Tinggi sekali air, hujan masih deras, saat ini kami warga di sini, butuh bantuan, termasuk makanan siap saji,”kata Rahayu Wahyuni Hasan.

Terpisah, Kapolsek Dulupi, IPDA Leksy Kadang, SH, ketika dikonfirmasi, juga membenarkan peristiwa banjir malam ini. Saat ini kata IPDA Leksy Kadang, ia menurunkan para personel Polsek Dulupi, untuk membantu warga.

“Saat ini ada 7 personel sudah berada di lokasi membantu warga, kondisi saat ini juga masih hujan deras, membuat tinggi air banjir semakin bertambah,”kata IPDA Leksy Kadang.

Ia menerangkan, banjir kali ini dikarenakan curah hujan lebat yang sudah berjam-jam mengguyur wilayah Dulupi. Saat ini, pihaknya masih terus melakukan pemantauan wilayah. Mengingat kondisi cuaca, juga masih belum membaik.

“Banjir mulai dari Desa Tabongo, kemudian masuk Dulupi. Untuk titik-titiknya, kami masih belum menjangkau semua, karena hujan masih terus mengguyur lebat. Kami harap masyarakat tetap tenang dan tetap waspada, mengingat curah hujan yang belum berhenti,” katanya. (***)

 

Penulis : Abdul Majid Rahman

(Visited 360 times, 1 visits today)

Komentar