Sabtu, 11 Juli 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Dua Opsi untuk PON Papua

Oleh Tirta Gufrianto , dalam All Sports Sportivo , pada Selasa, 7 April 2020 | 22:30 WITA Tag: , , , ,
  Menpora Zainudin Amali saat menggelar teleconference bersama wartawan, Selasa (7/4). (Foto: Istimewa)


Hargo.co.id, JAKARTA – Kemenpora ancang-ancang menyiapkan opsi penundaan Pekan Olahgara Nasional (PON) 2020 di Papua.

Langkah itu diambil sebagai alternatif andai pandemi Covid-19 tak kunjung mereda jelang PON yang harusnya dihelat pada 20 Oktober hingga 2 November mendatang.

Seperti yang dilansir jpnn.com, Kabar tersebut ditegaskan Menpora Zainudin Amali saat melakukan teleconference bersama media di Jakarta, Selasa (7/4). Menurutnya, hanya ada dua opsi yang bisa dijalankan untuk pelaksanaan PON 2020: lanjut terus atau ditunda.

BACA  Dorong Pariwisata Laut, Bupati Kukuhkan POSSI Kabupaten Gorontalo

“Kami tentu harus mempersiapkan opsi penundaan. Tetapi itu bukan kewenangan Menpora. Tetap harus melalui keputusan presiden melalui rapat kabinet,” ucap Zainudin Amali.

Sejauh ini, Menpora masih mengumpulkan data dan informasi dan juga usulan-usulan dari berbagai pihak. Nantinya, berbagai usulan itu akan disampaikan kepada presiden untuk dijadikan sebagai dasar pertimbangan dalam memutuskan pelaksanaan PON 2020.

BACA  Kalung Eukaliptus Bukan Antivirus

Menpora juga menjelaskan telah melakukan rapat virtual bersama Ketua Umun KONI Pusat, Marciano Norman. Intinya, pihaknya sangat mempertimbangkan kondisi para atlet yang kesulitan berlatih secara maksimal di tengah kondisi pandemi saat ini.

Bukan hanya itu, lanjut Amali, kalau ditunda maka akan banyak bersinggungan dengan agenda olahraga lain di tahun 2021.

BACA  Tak Ingin Tertular Covid-19 di Pengungsian, Ibu dan Balita Tidur di Bentor

“Kami juga harus mencari waktu supaya tidak bertabrakan dengan agenda lain, baik itu Piala Dunia U-20 2021 maupun multieven lain,” imbuh Amali. (dkk/jpnn/hargo)

 

 

*) Artikel ini telah diterbitkan oleh jpnn.com dengan judul yang sama. Pada edisi Selasa, 7 April 2020.

Komentar