Kamis, 13 Mei 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Dua Pemuda Diamankan Bawa Senjata Tajam Plus Minuman Keras

Oleh Fajriansyach , dalam Metropolis , pada Selasa, 1 Agustus 2017 | 11:17 WITA Tag: , , ,
  


Hargo.co.id GORONTALO – Kendati seringkali dilakukan penertiban dan razia oleh petugas kepolisian. Namun, peredaran Minuman Keras (Miras) dan penyalahgunaan Senjata Tajam (Sajam) di Kota Gorontalo saat ini masih merajalela. Saat pelaksanaan razia yang dilakukan Polsek Kota Selatan di sejumlah titik rawan aksi kriminalitas di Kota Gorontalo.

Pihak kepolisian yang dipimpin langsung Kapolsek Kota Selatan, Iptu Komang Saptapramana SIK itu, berhasil mengamankan dua pemuda yang kedapatan membawa sajam dan obat-obatan bahan pembuatan minuman oplosan.

BACA  Main Judi dan Sewa PSK Pakai Dana BLT Covid-19, Kades Dibui 8 Tahun

Kedua pemuda masing-masing A (21) dan S (20) ditangkap saat petugas tengah menyisir sejumlah lokasi yang diduga kuat menjadi lokasi pesta minuman keras (miras) yang seringkali dilakukan oleh kelompok pemuda di Kota Gorontalo. Saat polisi melakukan razia, kedua pemuda itu tak bisa berkutik lagi saat polisi menemukan sebuah badik yang diselipkan dipinggang mereka.

Tak hanya itu, salah seorang diantara keduanya saat digeledah polisi, ternyata membawa obat-obatan seperti grafadon 30 strip, Fasidol 2 strip, dan Komix 20 sachet yang diduga kuat akan digunakan untuk membuat minuman oplosan.

BACA  Jelang Tradisi Tumbilotohe, Penjual Lampu Botol Mulai Ramai

Keduanya pun langsung digelandang di kantor Mapolsek untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Sementara itu, dilokasi berbeda, polisi juga kembali mengamankan 13 botol minuman keras jenis pinaraci yang diduga akan diperjualbelikan. Polisi pun langsung melakukan penyitaan.

Kapolsek Kota Selatan, Iptu Komang Saptapramana SIK mengatakan, operasi ini dilakukan berdasarkan Surat Perintah dengan Nomor:Sprin/31/VII/2017 yang tujuannya memberantas penyakit masyarakat.

BACA  Puluhan Penghuni Lapas Gorontalo Keracunan Usai Berbuka Puasa

“Sasarannya adalah pornografi, pekerja seks komersial liar, kos-Kosan, penginapan/hotel, pengguna, pengedar, penyalur, pengangkut maupun produsen natkotika dan obat berbahaya, penggunaan sajam dan senpi/handak, judi, preman dan miras tanpa izin,” ujarnya. Lebih lanjut, Iptu Komang mengatakan, pihaknya akan terus mengintensifkan pelaksanaan razia untuk menekan angka kriminalitas di Kota Gorontalo.(tr-45)


Komentar