Minggu, 29 November 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Dua Putra Gorontalo Bakal Bersua di Muktamar PPP

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Kabar Politik , pada Senin, 26 Oktober 2020 | 17:05 WITA Tag: , ,
  Dua putra Gorontalo yakni Sandiaga Uno dan Suharso Monoarfa digadang-gadang sebagai calon Ketua DPP PPP. (Foto: Facebook/SandiSUno


Hargo.co.id, GORONTALO – Dua putra Gorontalo yang selama ini berkiprah di kanca nasional akan bersua pada Muktamar PPP. Keduanya yakni pengusaha sukses Sandiaga Uno yang pernah mencalonkan diri wakil presiden. Di sisi lain, Plt. Ketum PPP yang kini menjabat Menteri PPP/Bappenas, Suharso Monoarfa telah mendeklarasikan diri maju sebagai calon ketua umum di Muktamar PPP.

Nama Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Sandiaga Uno disebut telah diusulkan untuk menjadi calon Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada periode mendatang.

Kabar tersebut dibenarkan oleh Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PPP, Achmad Baidowi. Kata dia, memang ada gagasan dari sejumlah pengurus PPP di tingkat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) untuk mengajukan nama Sandi–demikian sapaan akrab Sandiaga.

“(Pihak) yang sebut nama Sandiaga Uno ada beberapa DPC, bukan saya yang usulkan ya. Itu masih wacana,” kata sosok yang akrab disapa Awiek itu lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Ahad (25/10/2020).

BACA  Massa HRS Membeludak, Ruhut Mengaku Khawatir

Jika benar, maka Sandi bakal menantang calon petahana Suharso Monoarfa pada Muktamar IX PPP yang rencananya digelar akhir 2020 ini.

Sementra mengenai peluang Sandi maju menjadi calon Ketum PPP tersebut, mengutip ketentuan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PPP, Achmad Baidowi menerangkan bahwa seorang yang ingin mencalonkan diri menjadi Ketum PPP harus pernah menjadi pengurus PPP di tingkat DPP atau DPP minimal satu periode lebih dahulu.

Namun menurut dia, syarat tersebut bisa saja diubah pada Muktamar IX PPP mendatang, bergantung pada kesepakatan atau keputusan para pemilik suara.

“Apakah bisa (Sandi mencalonkan diri)? Kalau merujuk pada AD/ART, maka Ketum harus sudah satu periode di DPP atau DPW. Namun, AD/ART juga bisa diubah di Muktamar. Makanya, semua tergantung muktamirin,” ungkap dia.

“Kalau diubah, apakah diberlakukan pada Muktamar IX atau Muktamar setelahnya, semua bergantung muktamirin,” imbuh Awiek–sapaan karib Achmad Baidowi.

Terpisah, Ketua DPP PPP Syaifullah Tamliha mengaku tidak tahu kebenaran informasi yang menyebutkan sejumlah DPC PPP mengusulkan Sandi sebagai calon Ketum PPP periode mendatang.

BACA  Ini Alasan Paslon Nomor 4 Tak Hadiri Debat Pilkada Bone Bolango

Ia hanya berkata bahwa semua orang bisa dicalonkan menjadi Ketum PPP selama memenuhi syarat yang tertuang dalam AD/ART PPP.

“Semua orang bisa dicalonkan ketum partai, sepanjang memenuhi syarat-syarat yang ada di AD/ART partai dan diharapkan ketum mendatang bisa membawa harkat dan martabat partai sehingga bisa mendapatkan simpati rakyat untuk memilih PPP,” ucap Tamliha.

Lebih lanjut, dia membenarkan, Suharso akan mencalonkan diri menjadi Ketum PPP periode mendatang. Menurutnya, nama calon Ketum PPP yang muncul sejauh ini baru Suharso saja.

“Beliau (Suharso) sudah deklarasi akan maju, yang sudah terang-terangan maju Suharso Monoarfa. Di internal ya, entahlah di eksternal,” kata Tamliha.

Dia menambahkan, Muktamar PPP bakal digelar pada 19 hingga 21 Desember mendatang.

Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa memang telah mendeklarasikan diri akan maju sebagai calon Ketua Umum dalam Muktamar IX yang sedianya akan digelar akhir 2020, di Makassar.

BACA  Lewat Debat, Empat Cawabup Pohuwato Adu Visi Misi

Hal ini disampaikan Suharso di depan para pengurus DWP Jawa Barat, saat menggelar rapat dengan Pegurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jawa Barat di Sentul, Bogor, Jumat (23/10).

“Di depan para kader PPP se-Jabar ini, saya mendeklarasikan maju bertarung dalam Muktamar IX untuk menang menjadi Ketua Umum,” kata Suharso.

Selain itu, Suharso juga mengingatkan untuk para kader agar saling berkomunikasi dengan baik dan meningkatkan kondsolidasi. Tujuannya. partai memiliki energi baru untuk memasuki Pilkada 2020 dan Pemilu 2024.

“Kita harus punya energi dan kalori untuk Pemilu 2024, sementara Pilkada 2020 dan 2022 harus menjadi ajang sinergitas kekuatan kader,” ucap dia.

“Semoga dengan begitu PPP dapat kembali berjaya dan insya Allah mengantongi suara pada Pemilu 2024 dengan jumlah suara yg melampaui jauh dari ambang batas parlemen,” kata Suharso.(CNNIndonesia/gp/hg)


Komentar