Selasa, 30 November 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Dugaan Penipuan ‘Mayjen’ Gadungan Belum Cukup Bukti

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Kamis, 20 September 2018 | 00:23 AM Tag: ,
  

Hargo.co.id, GORONTALO – Setelah diinterogasi oleh pihak Kodim 1304 Gorontalo tentang penggunaan seragam TNI dan mengaku sebagai Mayor Jendral (Mayjen), AM alias Alung (48), warga Kelurahan Bende, Kecamatan Kadiya, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), telah diserahkan kepada pihak Polres Gorontalo Kota untuk diperiksa terkait dengan kasus duggan penipuan terhadap masyarakat.

Hanya saja, ketika dilakukan pemeriksaan oleh penyidik PPA Polres Gorontalo Kota, belum didapatkan cukup bukti terkait dengan laporan kasus penipuan tersebut. Kapolres Gorontalo Kota, AKBP Yan Budi Jaya,SIK,MM melalui Kasat Reskrim AKP Handy Senonugroho,SH,SIK menjelaskan, pihaknya telah menerima laporan kasus dugaan penipuan dari pelapor atas nama Nunung Katili (49), warga Kelurahan Buladu, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo.

Dari pernyataan pelapor, oknum yang mengaku Mayjen ini telah meminta dana untuk kepentingan barang-barang antic serta pembangunan kantor untuk organisasi Amanah demi kesejahteraan masyarakat, sehingga mengakibatkan kerugian mencapai kurang lebih Rp 200 juta.

“Kami sudah melakukan pemeriksaan baik itu terhadap pelapor dan juga terlapor serta beberapa saksi dan tidak ada bukti kuat bahwa terlapor meminta uang kepada para saksi,” jelasnya. Oleh karena itu kata Alumnus Akpol 2008 ini, perkara tersebut masih sementara dalam proses penyelidikan dan terlapor sudah diizinkan untuk kembali setelah dilakukan proses pemeriksaan.

“Ketika ada bukti baru dan saksi yang menguatkan, maka tentu proses penyelidikan akan ditingkatkan menjadi proses penyidikan,” ujarnya.

Sementara itu, Alung (Mayjen Gadungan) ketika diwawancarai mengaku, dirinya sama sekali tidak pernah meminta uang kepada 25 orang masyarakat. Sebaliknya, yang meminta anggaran atau dana tersebut yakni pelapor dan dirinya sama sekali tidak menyurus pelapor untuk memintakan dana tersebut.

“Perjanjiannya, kalau barang ini laku, maka hasilnya yang akan dibagi bersama dan saya tidak pernah meminta-minta uang atau dana kepada masyarakat atau kelompok saya,” ungkapnya.

Disisi lain, terkait dengan penggunaan seragam TNI? Along mengaku, dirinya pernah ditipu oleh masyarakat. Oleh karena itu, dirinya mempergunakan seragam TNI tersebut, sehingga tidak ada yang berani untuk membohonginya.

“Belum setahun saya beli dari Makassar Pak. Saya pun setiap dipanggil Jendral oleh masyarakat, saya selalu melarangnya. Bahkan ada yang cetak foto-foto saya dan itu saya larang. Saya sama sekali tidak bermaksud untuk menakuti masyarakat maupun menipu masyarakat. Saya ini sebenarnya korban pak,” terangnya. (kif/gp/hg)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar