Jumat, 25 September 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Dukung Program Bantuan Subsidi Upah Pemerintah, BPJAMSOSTEK Kumpulkan Rekening Peserta

Oleh Berita Hargo , dalam Advertorial , pada Rabu, 12 Agustus 2020 | 15:05 WITA Tag: , ,
  Program Bantuan Subsidi Upah Pemerintah. Foto: Dok. BPJAMSOTEK


Hargo.co.id, JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan bakal memberikan subsidi kepada pekerja swasta yang telah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK). Dengan ketentuan penerima subsidi adalah peserta BPJAMSOSTEK yang masih aktif dengan upah di bawah Rp5 juta perbulan, berdasarkan data upah yang dilaporkan dan tercatat pada BPJAMSOSTEK.

Direktur Utama BPJAMSOSTEK, Agus Susanto menjelaskan, pemerintah saat ini sedang melakukan finalisasi skema, mekanisme dan kriteria penerima program Bantuan Subsidi Upah (BSU) dengan menggunakan data awal dari BPJAMSOSTEK dan lembaga negara lainnya sebagai dasarnya.

Program Bantuan Subsidi Upah Pemerintah. Foto: Dok. BPJAMSOTEK

BPJAMSOSTEK menyatakan kesiapannya dalam mendukung program BSU ini.

“Data yang disampaikan BPJAMSOSTEK kepada pemerintah merupakan data peserta aktif kategori Pekerja Penerima Upah atau Pekerja Formal dengan upah di bawah Rp5 juta berdasarkan upah pekerja yang dilaporkan oleh pemberi kerja dan tercatat pada BPJAMSOSTEK. Tidak termasuk di dalamnya Peserta yang bekerja sebagai pegawai di BUMN, Lembaga Negara dan Instansi Pemerintah, terkecuali Non ASN,”tegasnya.

BACA  Gaji GTT jadi Prioritas pada Pembahasan APBD Perubahan

Saat ini, tambah Agus, BPJAMSOSTEK juga sedang dalam proses mengumpulkan nomor rekening peserta yang memenuhi kriteria dimaksud melalui kantor cabang di seluruh Indonesia. Pemerintah juga akan melakukan validasi ulang terkait data yang disampaikan oleh BPJAMSOSTEK untuk memastikan bantuan ini tepat sasaran. Hal ini dilakukan karena sumber dana BSU ini berasal dari alokasi anggaran dari Pemerintah.

Penerima Program Subsidi Upah ini sedikitnya berjumlah 15,7 juta pekerja yang merupakan peserta aktif BPJAMSOSTEK di seluruh Indonesia. Dalam dua hari ini kami telah berhasil mengumpulkan sekitar 3,5 juta rekening peserta dan akan terus meningkat, tambah Agus.

Dirinya berharap pemberi kerja atau perusahaan dapat ikut proaktif membantu menginformasikan nomor rekening peserta tersebut sesuai kriteria yang ditetapkan oleh pemerintah guna mempercepat proses pengumpulan informasi sekaligus pengkinian data peserta.

BSU ini merupakan nilai tambah bagi pekerja yang terdaftar sebagai peserta aktif BPJAMSOSTEK, selain mendapatkan perlindungan dari risiko kerja dalam bentuk Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Pensiun (JP),” tandasnya.

BACA  Pemerintah Harus Lebih Serius Perhatikan Pelaku UMKM

Agus menambahkan, BPJAMSOSTEK juga menghimbau perusahaan yang belum tertib dalam pembayaran iuran, segera memenuhi kewajiban sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami menghimbau agar perusahaan melakukan validasi tenaga kerja dengan upah di bawah Rp5 juta yang terdaftar di BPJAMSOSTEK dan melaporkan nomor rekening mereka melalui aplikasi yang disiapkan oleh BPJAMSOSTEK, sehingga pemberian BSU ini segera bisa disalurkan, tegas Agus.

Diketahui, pemerintah telahmenganggarkan Rp37,74 triliun untuk program subsidi pekerja terdampak Covid-19. Untuk nominal yang akan diterima nantinya ditentukan sejumlah Rp600 ribu perbulan per orang selama 4 bulan atau per orang akanmendapatkan Rp2,4 juta. Adapun skema pencairan atau transfer dana dilakukan 2 bulan sekaligus sebanyak 2 kali.

Pemerintah berharap program ini dapat mempercepat proses pemulihan ekonomi dan menjaga agar Indonesia dapat terhindar dari resesi ekonomi, pungkasnya.

BACA  Pelaksanaan MTQ Wajib Ikuti Protokol Kesehatan

Sementara itu, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gorontalo Teguh Setiawan menegaskan, BSU dilakukan dalam bentuk pemberian uang tunai sebesar Rp 600.000 oleh pemerintah kepada peserta BPJAMSOSTEK yang memenuhi persyaratan.

Peserta BPJAMSOSTEK yang memenuhi persyaratan patut diapresiasi. Persyaratan dimaksud antara lain pekerja tersebut terdaftar aktif menjadi peserta BPJAMSOSTEK dengan upah dibawah Rp 5 juta,kata Teguh Setiawan.

Menurutnya pula, terkait dengan hal itu, BPJAMSOSTEK mendukung sepenuhnya upaya pemerintah dalam program BSU tersebut dengan cara melakukan verifikasi dan validasi terhadap data peserta yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan termasuk meminta data tentang nomor rekening peserta.

Sementara untuk teknis pelaksanaan pemberian BSU masih menunggu dan mengacu pada aturan teknis yang akan di keluarkan oleh Menteri Ketenagakerjaan. Diharapkan pemberian BSU ini dapat membantu para pekerja peserta BPJAMSOSTEK yang terkena dampak secara sosial ekonomi sebagai akibat dari pandemi Covid-19,” tukasnya. (adv/lyd/hg)


Komentar