Kamis, 22 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Dukungan Anggaran Minim, Pariwisata Belum Serius Digarap

Oleh Berita Hargo , dalam LifeStyle , pada Senin, 19 September 2016 | 10:38 WITA Tag: , ,
  


Hargo.co.id GORONTALO – Sektor pariwisata sering diwacanakan sebagai alternatif sumber pertumbuhan ekonomi. Namun, oleh pemerintah daerah (Pemda) di wilayah Gorontalo, pariwisata rupanya belum menempati urutan prioritas, apalagi jika bicara soal dukungan anggaran. Padahal, pariwisata merupakan salah satu dari program Nawacita pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Bisa juga dikata, program Nawacita itu belum ditindaklanjuti di tingkat daerah.

Pada tahun 2016 ini, anggaran untuk sektor pariwisata di Gorontalo ternyata menempati urutan paling buntut. Dari data yang diperoleh Gorontalo Post dari Kanwil Ditjen Perbendaharaan Negara (DJPBN) Provinsi Gorontalo, anggaran untuk pariwisata yang bersumber dari APBN dan APBD rasionya hanya sebesar 0,21 persen atau sekitar Rp 24 Miliar dari Rp 11,5 Trilyun. Itu merupakan yang terkecil dari alokasi anggaran lainnya. Ironinya, angka itu malah turun 0,02 persen dari rasio belanja pariwisata pada 2015. Tercatat, belanja pariwisata dari APBN dan atau APBD tersebut untuk membiayai empat event di Gorontalo, masing-masing Pesona Benteng Otanaha, Pesona Saronde, Pesona Danau Limboto dan Pesona Boalemo.

BACA  4 Kebiasaan Setiap Pagi yang Baik untuk Menurunkan Berat Badan

Sayang sekali, wisata bahari Olele yang sudah tersohor tidak masuk disini. Jika dipilah, hanya belanja sebesar Rp 3,03 Miliar dari total APBN sebesar Rp 4,1 Trilyun yang ada daerah di Gorontalo.
Bagaimana dengan dukungan APBD ? Dari hasil Kajian Fiskal Regional (KFR) Kanwil DJPBN Provinsi Gorontalo Triwulan II 2016, untuk alokasi pagu berdasarkan fungsi pelayanan umum untuk sektor pariwisata dan budaya hanya mendapat jatah 0,51 persen dari pagu anggaran di seluruh wilayah Provinsi Gorontalo. Angkanya mencapai Rp 38 Miliar dan merupakan yang paling rendah diantara fungsi lainnya. Kesimpulan dari KFR menyebutkan bahwa pada tahun 2016 ini, Pemda di wilayah Gorontalo divonis belum serius menggarap sektor pariwisata dan budaya.

BACA  Wartawan Sepakat Boikot Rilis dari Polda Gorontalo

Sementara, jika ditinjau dari klasifikasi urusan untuk pariwisata, pagu APBD tahun 2016 sebesar Rp 21,5 Miliar dan menempati urutan 18 dari 35 sektor lainnya. Angka itu malah turun jika dibandingkan tahun 2015, yakni sebesar Rp 23,6 Miliar.

BACA  Mengenal 7 Jenis Vitamin B Kompleks yang Ampuh Atasi Masalah Kulit

Kakanwil DJPBN Provinsi Gorontalo Ismed Saputra melalui Kabid Pembinaan dan Pelaksanaan Anggaran (PPA) I Ahmad Heryawan menyampaikan pembelaan. Menurutnya, alokasi anggaran, termasuk untuk pariwisata, sudah dibahas pada menjelang akhir tahun 2015. Sedangkan berbagai kajian untuk alternatif sumber pertumbuhan ekonomi baru diseriusi tepat pada akhir tahun 2015, “Mungkin, pemerintahan di Gorontalo akan merealisasikannya pada 2017,” singkat Heryawan yang juga didampingi Kepala Seksi PPA II B, Puji Hartoyo, belum lama ini.
Kembali lagi kepada program Nawacita Jokowi, akselerasi pertumbuhan pariwisata turut memberikan kontribusi besar terhadap akselerasi pertumbuhan ekonomi Nasional. Nah, bagaimana dengan Gorontalo?.(axl/hargo)


Komentar