Jumat, 23 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ekonomi di Ujung Tanduk, Inggris Mati-matian Hindari Lockdown

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Kabar Dunia , pada Sabtu, 3 Oktober 2020 | 15:05 WITA Tag: ,
  PM Inggris Boris Johnson. Foto: diambil dari The Sun


Hargo.co.id, LONDON – Pemerintah Perdana Menteri Inggris Boris Johnson sedang berusaha untuk menghindari pemberlakuan penguncian (lockdown) penuh secara nasional untuk mencegah kenaikan angka pengangguran menjadi jutaan.

“Saya belum melihat proyeksi (angka pengangguran) empat juta tapi yang pasti kami tahu bahwa ada tambahan sekitar 700.000 orang yang sudah menganggur akibat pandemi ini, dan ya Anda tahu proyeksinya, bahwa akan ada dampak ekonomi,” ujar Menteri Lingkungan George Eustice, sebagaimana dilansir JPNN.com.

BACA  Percepat Penanganan COVID-19, WHO Minta Duit Rp 522 Triliun

“Justru karena alasan itulah kami berusaha menghindari langkah penguncian penuh,” katanya.

Badan Penanggung Jawab Anggaran Inggris pada Juli memperkirakan bahwa angka pengangguran akan mencapai puncaknya pada 11,9 persen pada kuartal terakhir 2020. Persentase angka pengangguran itu setara dengan lebih dari empat juta orang.

BACA  Badai Alex Mengamuk, Renggut Dua Nyawa, 20 Orang Hilang

Dalam skenario yang lebih negatif, angka pengangguran akan mencapai rata-rata empat juta hingga 2021.

Bank sentral Inggris, Bank of England, telah memperkirakan bahwa angka pengangguran akan meningkat menjadi sekitar 2,5 juta pada akhir tahun ini.(ant/dil/jpnn/hg)

BACA  WHO: Lockdown Menyebabkan Malapetaka Global

 

 

 

*) Artikel ini telah tayang di JPNN.com, dengan judul: “Ekonomi di Ujung Tanduk, Inggris Mati-matian Hindari Lockdown“. Pada edisi Jumat, 02 Oktober 2020.

Komentar