Saturday, 25 September 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Eksekusi Jaksa, Rusli Habibie Jalani Hukuman 2 Tahun Percobaan

Oleh Berita Hargo , dalam Features Gorontalo Headline , pada Tuesday, 11 April 2017 | 11:06 AM Tags: , , ,
  

GORONTALO, hargo.co.id – Rusli Habibie mendatangi Kejaksaan Tinggi Gorontalo, Senin (10/4) siang kemarin. Ia melakukan penandatanganan eksekusi terkait perkara pencemaran nama baik terhadap mantan Kapolda Gorontalo Komjenpol Budi Waseso.

Di Kejaksaan Tinggi, Rusli Habibie yang mengenakan stelan kemeja batik warna kuning bercorak merah coklat itu, didampingi kuasa hukumnya Meyce Kamaru.

Rusli Habibie langsung memasuki ruangan Tindak Pidana Umum untuk menjalani proses administrasi terkait pelaksanaan eksekusi tersebut. Rusli Habibie kepada wartawan mengungkapkan, kedatangannya ke Kejati Gorontalo merupakan salah satu bentuk tanggung jawabnya sebagai warga negara Indonesia yang taat terhadap hukum.

“Saya tadi telah menandatangani berita acara eksekusi terhadap saya,”ujar politisi Golkar itu.

Lebih lanjut Rusli Habibie menambahkan, alasan tidak datangnya ia dalam beberapa panggilan yang dilayangkan Kejati Gorontalo, karena masih berada di luar daerah dalam rangka pengawalan hasil Pilkada Gorontalo beberapa waktu lalu.

“Saya beryukur hari ini (Senin,red) akhirnya sudah bisa menandatangani eksekusi, sehingga saya bisa segera menyelesaikan hukuman percobaan yang dijatuhkan oleh hakim kepada saya. Lebih cepat lebih baik untuk menghadap. Kalau ditunda akan lama masa hukuman masa percobaannya. Saya di dalam tidak diperiksa, karena sudah putusan. Saya hanya melakukan tanda tangan saja,” tandasnya.

Asisten Tindak Pidana Umum, Kejaksaan Tinggi Gorontalo, Nur Yalamlan Cayana mengungkapkan, Rusli menjalani hukuman 1 tahun dengan masa percobaan selama 2 tahun untuk kasus pencemaran nama baik terhadap mantan Kapolda Gorontalo.

“Pak Rusli Habibie hanya diberikan sanksi pidana dua tahun percobaan sesuai dengan putusan Mahkamah Agung,” ujarnya.

Lebih lanjut Nur menambahkan, Rusli tidak akan ditahan, tapi hanya dikenakan wajib lapor oleh pihak Kejaksaan Negeri Gorontalo, dalam hal ini sebagai intitusi yang menangani perkara tersebut.

Lebih lanjut Nur mengungkapkan, sebelumnya Rusli memang seharusnya sudah dieksekusi sejak beberapa waktu lalu, namun saat itu Rusli yang dipanggil untuk menandatangani langsung berita acara selalu berhalangan hadir. Selain itu, pihak kejaksaan juga mempertimbangkan proses jalannya tahapan pilkada dimana Rusli Habibie ikut di dalamnya sebagai peserta Pilkada Gorontalo.

“Dalam hukum model pembinaan tidak harus ditahan, lagi pula sesuai dengan putusan MA memang bukan hukuman tahanan badan, tapi Rusli Habibie tetap akan dilakukan masa percobaan dimana selama dua tahun Rusli tidak boleh terlibat dalam kasus pidana,”tegasnya. (tr-45/hargo)

(Visited 4 times, 1 visits today)

Komentar