Selasa, 26 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Eksekusi Lahan GORR Tegang

Oleh Fajriansyach , dalam Headline Metropolis , pada Senin, 23 Oktober 2017 | 14:10 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id Gorontalo – Eksekusi lahan untuk mega proyek Gorontalo Out Ringroad (GORR) di Desa Pilohayanga Barat, Telaga, Kabupaten Gorontalo, Sabtu, (21/10) diwarnai ketegangan dengan ahli waris. Namun, dengan negosiasi yang alot, sejumlah alat berat pun masuk sehingga eksekusi pun dilancarkan.

Dari pantauan Gorontalo Post, proyek jalan GORR tersebut belum menemukan kesepakatan harga warga pemilik lahan yang terkena imbas mega proyek tersebut.

BACA  Bawaslu Kabgor Akui Rakernis Sudah Terapkan Protokol Kesehatan

Sejumlah pengawas proyek bersama anggota Satpol Provinsi Gorontalo yang ditugaskan untuk mengawal jalannya proses eksekusi mendatangi mendatangi lokasi eksekusi. Namun melihat perlawanan dari pihak ahli waris, Satpol PP meminta untuk segera dilakukan musyarwarah bersama pemerintah desa dan kecamatan.

Saat melakukan musyawarah sambil menunggu kepala desa tiba di lokasi, tak lama kemudian muncul suara dari seorang pengawas yang memprovokasi dan menginstruksikan alat-alat berat untuk masuk ke lahan warga.

BACA  Lima Tahun Hargo.co.id, Crew Anjangsana ke Panti Asuhan

Kericuhan pun nyaris terjadi. Namun, meski dengan berat hati, para ahli waris pasrah melihat lahannya sudah mulai dilakukan penimbunan oleh kontraktor.

Kepada Gorontalo Post, Hardjo Tangahu, salah satu ahli waris mengatakan, mereka akan melakukan perlawanan jika hak-hak mereka sebagai warga negara seolah dirampas.

Mereka juga meminta kepada pemerintah untuk kiranya mencarikan solusi yang tepat dengan cara memusyawarahkannya kembali dengan para ahli waris yang secara sah memiliki lahan dengan luas 13.400 meter persegi yang terkena lintasan GORR.

BACA  Terungkap, Begal Payudara Sering Terjadi di Jalan Menuju Pone

“Kalau saja ahli waris tidak bisa mengendalikan emosi, mungkin tadi itu so baku jadi (berkelahi,red). Jadi saya minta kepada pemerintah, supaya hal ini tidak terjadi lagi. karena kami ahli waris juga ada hak di lahan itu,” ungkap Hardjo.(tr-56)


Komentar