Selasa, 11 Mei 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Eksekutor Mayat di Kebun Jagung, Diduga Ipar Sendiri

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Minggu, 5 Januari 2020 | 13:05 WITA Tag:
  


Hargo.co.id, GORONTALO – Misteri kematian Basri Kandipa (30), yang ditemukan terkapar di kebun jagung, akhirnya terungkap. Berbekal keterangan Sri Yulinda Entu yang tak lain istri korban sebagai saksi kunci atas kematian Basri.

Petugas kepolisian Polres Gorontalo langsung mengamankan ipar korban berinisial UE, warga Desa Padengo, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, di Mapolsek Limboto Barat, Jumat (03/01/2019). Pasalnya, UE diduga sebagai eksekutor yang menghabisi nyawa pria yang berprofesi sebagai seorang abang bentor ini.

Informasi yang dirangkum media ini, dari hasil pemeriksaan Yulinda selama dua jam, muncul nama UE yang tak lain adalah ipar dari korban. Yulinda mengaku, sebelumnya, Basri dan UE sempat berkelahi di rumah orang tua UE. Karena dalam kondisi mabuk berat, aksi saling dorong dan jotos tak bisa dihindari.

BACA  Cegah Kerumunan, Warga Dilarang Hentikan Kendaraan di Lokasi Tumbilotohe

Baca Juga: Abang Bentor Ditemukan Membusuk di Kebun Jagung

Berbekal keterangan itu, polisi langsung menjemput UE untuk diperiksa. Memang benar. Pada Rabu (01/01/2010), sekitar pukul 07:00, UE bersama korban berkelahi. Perkelahian berawal dari jalan yang tepat berada di depan rumah dari orang tua UE.

Korban mendorong UE hingga terjatuh, dan mengakibatkan luka di sekujur tangan. Sontak korban berlari ke rumah Rukmin Musa, UE mengejar korban hingga dalam rumah. Perkelahianpun terjadi di dalam rumah.

BACA  Gembong Narkoba Daniel Edi Johannes Divonis Hukuman Mati

Saat itu korban mendorong UE hingga terjatuh dan mengalami luka pada bagian mulut hingga gigi copot. Tak terima hal itu, emosi UE kian memuncak dan menendang korban ke arah perut hingga terjatuh. Kemudian korban melarikan diri, UE keluar rumah sambil berteriak: Ada dimana ngana, kita pe gigi so patah. Kita mo bunuh dia,”.

UE mengaku jika perkelahian hanya sampai di situ. Kemudian besoknya, korban ditemukan meninggal di kebun milik Arifin Bauna di Desa Padengo, Kabupaten Gorontalo.

BACA  Jelang Tradisi Tumbilotohe, Penjual Lampu Botol Mulai Ramai

Kapolsek Limboto Barat, IPDA Iwan M.F, mengatakan, EU yang diduga pelaku diamankan aparat untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Sementara diduga modus karena EU merasa sakit hati kepada korban dan sudah dipengaruhi minuman keras. Kita masih melakukan pengembangan,”ujar IPDA Iwan.

Sebelumnya mayat korban ditemukan seorang nenek Kartin Kahar (90), ketika melintas di kebun jagung. Saat ditemukan, korban menggunakan kaos warna hitam dan celana jeans warna biru. (gp/hg)


Komentar