Rabu, 16 September 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Entaskan Kemiskinan, Ini Tiga Jurus ‘Panglima Petani’

Oleh Sunarto Nusi , dalam Advertorial Kab. Boalemo , pada Rabu, 15 Januari 2020 | 13:28 WITA Tag:
  


Hargo.co.id, GORONTALO – Bupati Boalemo Hi. Darwis Moridu tengah menargetkan angka kemiskinan kembali turun pada 2020. Mewujudkan target itu, bupati yang dijuluki Panglima Petani meluncurkan tiga kebijakan berbasis kerakyatan. Ketiga programnya pun kini dikenal sebagai jurus ampuh.

Lantas apa saja ke tiga jurus dimaksud? Menurut Bupati Darwis Moridu menjelaskan, pada 2020 ini, ia bersama Wabup Anas Jusuf meluncurkan tiga program bersentuhan langsung masyarakat bawah dalam produk APBD tahun ini.

Ketiganya yakni program Jalan Usaha Tani (JUT) sebanyak 250 ruas. Jumlah ini dibandrol kurang lebih Rp 50 miliar dan disebar secara merata di 82 desa se Kabupaten Boalemo. Sehingga, tiap desa bisa mendapat 3 jatah pembangunan JUT.

BACA  Pembangunan Jalan di Ponelo Kepulauan Gagal, Dua Aleg Protes

Program kedua yakni jaminan kesehatan melalui layanan BPJS kepada 1.000 orang warga tergolong ekonomi kurang mampu. Mereka adalah warga berprofesi sebagai buruh bangunan, supir bentor dan tukang pemanjat kelapa.

Sama halnya dengan JUT, program BPJS juga akan disebar merata di 82 desa se Kabupaten Boalemo dengan memperhatikan validasi data dan usulan pemerintah desa. Program ini diserahkan kepada Dinas Sosial dan PMD Kabupaten Boalemo. Sementara program terakhir adalah Penerangan Jalan Umum (PJU) sebanyak 1.000 pasang juga disebar merata di 82 se Kabupaten Boalemo.

BACA  Wagub Harap, Perda Protokol Kesehatan Segera Diterbitkan

“Saya yakin ketiga program dianggarkan pada APBD 2020 ini mampu mengentaskan kemiskinan Kabupaten Boalemo di tahun ke tiga pemerintahan DAMAI. Kalau tahun 2019 lalu, angka kemiskinan sudah turun 18.87 persen, maka saya yakin dan optimis berkat tiga program unggulan ini mampu menekan angka kemiskinan sampai 16 atau 17 persen sekian tahun 2020,” ucap Bupati Darwis Moridu dengan mimik serius.

Senada dengan itu, Wabup Anas Jusuf sebelumnya menyampaikan selang dua tahun kepemimpinan DAMAI setidaknya sudah berhasil menekan 2.98 persen angka kemiskinan. Itu merujuk data BPS Boalemo sejak 2017 masih terpaut 21,85 persen.

BACA  Lewat KUR, Pemprov Gorontalo Upayakan Pangan Lokal Kembali Digemari

Tahun 2018 tinggal 20,33 persen atau turun sebanyak 1,52 persen. Sedangkan 2019 tersisa 18,87 persen atau turun sebanyak 1,46 persen. Sehingga ditotalkan selang 2 tahun pemerintahan  atau tersisa tinggal 18,87 persen.

“Capaian ini terbilang prestasi menggembirakan bagi pemerintahan DAMAI dan masyarakat Boalemo selama kurun waktu 2 tahun. Setidaknya ada 2,98 persen kemiskinan berhasil ditepis melalui implementasi 14 program unggulan DAMAI,” ungkapnya. (nrt/adv/hg)


Komentar