Senin, 24 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Era Pandemi, Harus Ada Aturan Khusus Terkait BI Checking

Oleh Admin Hargo , dalam Kab. Gorontalo , pada Jumat, 15 Oktober 2021 | 08:05 AM Tag: , ,
  Ilustrasi. Logo OJK. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Pemerintah Kabupaten Gorontalo berencana membuat peraturan terkait pemutihan bagi masyarakat yang masuk dalam daftar BI Checking dengan tunggakan dibawah Rp 5 Juta ke bawah. Hal itu dianggap sebagai terobosan di tengah pandemi Covid 19 saat ini.

Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo menjelaskan, di tengah pandemi saat ini, banyak masyarakat yang membutuhkan pinjaman untuk mengembangkan usahanya yang sempat kesulitan disaat pandemi kemarin. Salah satunya adalah pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Dengan adanya Covid-19 ini, kita tidak boleh berpikir normal, kita dalam kondisi tidak normal, maka harus ada terobosan yang tidak normal. Kalau normal, maka semua yang punya BI Checking tidak boleh, tapi sekarang ini ‘kan tidak normal,” kata Nelson Pomalingo, Rabu (13/10/2021).

“Maka ini harus di cek, kalau misalnya tunggakan hanya Rp. 3 juta, kenapa tidak dikasih saja. Kecuali dia pinjam Rp. 100 Juta, kemudian menunggak Rp. 50 juta. Nah ini kan jadi problem,” sambung Nelson Pomalingo.

Nelson Pomalingo mengatakan, persoalan tersebut harus dibuatkan peraturannya guna membantu masyarakat. Dirinya yakin, hal tersebut akan direspon positif oleh pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Apalagi hal tersebut, memang sudah ada aturannya dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

“Mungkin ke depan ada regulasi, dimana, diera covid 19 ini ada Data BI Checking yang di hapus atau diputihkan. Misalnya yang hanya 50 juta ke bawah, ‘nah itu perlu regulasi Terkait itu. Inilah yang mungkin bisa dilakukan pemerintah daerah, boleh saja pemerintah daerah mengambil sikap itu,” terangnya.

Untuk diketahui, BI checking atau Informasi Debitur Individual (IDI) Historis merupakan sebuah istilah dari output yang dihasilkan oleh Sistem Informasi Debitur (SID). Dalam IDI Historis ini terdapat info seputar riwayat pembayaran dan informasi lainnya seperti identitas calon debitur, pemilik, pengurus, dan fasilitas penyediaan dana yang diterima, agunan, penjaminan dan lain-lain.

Dari data-data tersebut, dapat diketahui informasi pembayaran calon nasabah yang pernah dipinjam sebelumnya. Riwayat pembayaran dibagi dalam lima kategori yaitu, Kredit Lancar, Kredit dalam Perhatian Khusus (DPK), Kredit Tidak Lancar, Kredit Diragukan dan Kredit Macet.

Bila calon debitur masuk dalam empat kategori terakhir, maka akan kesulitan untuk memperoleh pinjaman. Dalam peraturan yang berlaku saat ini, satu-satunya jalan untuk membersihkan nama di BI Checking atau pemutihan BI Checking adalah dengan membayar semua utang terhadap pihak bank atau lembaga keuangan lainnya sesuai ketentuan OJK. (***)

 

Penulis : Sucipto Mokodompis

(Visited 56 times, 1 visits today)

Komentar