Sabtu, 29 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Fadel Muhammad, dari Pengusaha Hingga Meraih Suara Terbanyak dan Tercatat di MURI 

Oleh Admin Hargo , dalam Podcast , pada Sabtu, 27 November 2021 | 16:05 PM Tag:
  Anggota DPD RI, Fadel Muhammad saat menjadi tamu pada Femmy Udoki Podcast beberapa pekan lalu. (Foto: Istimewa/Koleksi FB Femmy Udoki)

Hargo.co.id, GORONTALO – Nama besar Fadel Muhammad di pentas politik tanah air, sudah tidak diragukan lagi. Pria kelahiran Ternate, Maluku Utara pada 20 Mei 1952 ini sudah malang melintang di lembaga pemerintahan, baik di lembaga legislatif maupun eksekutif.

Lalu sejak kapan Fadel Muhammad terjun ke dunia politik? Pertanyaan tersebut dijawab oleh Fadel Muhammad saat menghadiri Femmy Udoki Podcast yang ditayangkan melalui kanal YouTube Femmy Kristina pada tanggal Oktober 2021 lalu.

Dirinya bercerita, sebelum terjun ke dunia politik, dirinya merupakan seorang pengusaha di bidang produksi alat mesin. Sering menjalin komunikasi dengan pemerintah membuat Fadel Muhammad menjadi dekat dengan pemerintah RI yang saat itu dipimpin oleh Presiden Soeharto. Hubungan ini kemudian membuat Presiden Soeharto menawarkan Fadel Muhammad masuk ke dalam Partai Golkar. 

“Ketika itu saya diminta untuk masuk ke Partai Golkar. Tak hanya saya sendiri, tapi ada juga pak Jusuf kalla, Fahmi Idris, semua kita masuk ke Golkar,” kata Fadel Muhammad.

Pasca Reformasi, tepatnya pada 1999, Fadel Muhammad kemudian diangkat menjadi Bendahara Umum DPP Partai Golkar yang saat itu diketuai oleh Akbar Tanjung. Berkat restu orang tuanya, serta dukungan dari Partai Golkar, kata Fadel Muhammad, akhirnya pada 2001, dirinya menjadi Gubernur Gorontalo. 

Menjadi gubernur pertama di Gorontalo itu, merupakan awal kariernya di eksekutif. Dirinya, kata Fadel Muhammad, hanya berniat menjabat satu periode, Namun kemudian diminta kembali untuk mencalonkan kembali sebagai Gubernur Gorontalo di periode berikutnya.

Tiga program unggulan Fadel Muhammad, yakni Pertanian, Perikanan dan Pendidikan benar-benar mengenai hati masyarakat Gorontalo. Hal ini dapat dilihat dari jumlah suara yang diperolehnya saat mencalonkan kembali di periode kedua yang saat itu mencapai 82,5 persen. 

“Pertanian, Perikanan, dan Pendidikan atau peningkatan SDM. Untuk pertanian Entry Pointnya jagung. Karena masyarakat Gorontalo ini suka makan jagung, jadi saya suruh mereka tanam jagung. Dan bukan hanya tanam tapi juga saya berikan bibit unggul sehingga produksinya meningkat dan punya pendapatan,” kata Fadel Muhammad.

Tak hanya unggul dari dua calon gubernur lainnya, Saat itu, jumlah suara tersebut merupakan angka tertinggi di Indonesia untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Rekor ini bahkan tercatat dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai rekor suara tertinggi di Indonesia untuk pemilihan gubernur.

Usai menjabat sebagai gubernur, Fadel Muhammad kemudian dipercayakan mentri Menteri Kelautan dan Perikanan pada 2009-2011 dalam Kabinet Indonesia Bersatu II di masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Di tahun yang sama, dirinya juga diangkat menjadi Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar pada 2009 – 2011.

Berpindah ke lembaga legislatif, pada Pemilihan Umum 2014, Fadel Muhammad terpilih sebagai  anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari Daerah Pemilihan Gorontalo dan menjabat hingga 2019. Di jalur Senator, Fadel Muhammad kemudian terpilih sebagai Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI periode 2019-2024.

“Di DPR saya juga mendapat suara tertinggi, di DPD juga, sampai mereka bilang. Karena saya merasa ada semacam kepercayaan dari masyarakat. Karena kalau politisi memiliki kepercayaan dari masyarakat, maka semua yang dikatakan pasti didengar rakyat,” kata Fadel Muhammad. (***)

 

Penulis : Sucipto Mokodompis

(Visited 80 times, 1 visits today)

Komentar