Jumat, 16 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Fadel-Rusli Perang Dingin di Walima Bongo

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Senin, 19 Desember 2016 | 22:31 WITA Tag: , ,
  


 

GORONTALO, Hargo – Seteru dua tokoh Gorontalo, yakni anggota DPR RI Fadel Muhammad dan ketua DPD I Golkar Gorontalo Rusli Habibie seakan tak pernah usai.

Kedua tokoh panutan masyarakat Gorontalo ini kembali dipertemukan dalam satu kegiatan, yakni festival Walima dalam rangka perayaan Maulid Nabi Muhammad di Desa Bongo, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo, Minggu (18/12).

Tapi, seakan tak pernah kenal, keduanya telihat saling cuek. Ini bukan pertamuan pertama setelah kedua kader Golkar ini terlibat ‘perang urat saraf’ gara-gara persoalan politik.

BACA  Bersama Jemaah Al-Jauhar, Wagub Gorontalo Doakan Keselamatan Negeri

Saat HUT Kabupaten Boalemo, oktober 2016 lalu, keduanya juga sempat satu kegiatan, namun tetap juga tak saling sapa.

Pada festival Walima di Bongo, baik Rusli maupun Fadel sama-sama menghadiri undangan Yosed Tahir Makruf, tokoh masyarakat setempat.

Keduanya datang dengan menggunakan pakaian adat, maklum baik Rusli maupun Fadel, sama-sama menyandang gelar adat pulanga.

Tidak ada kata atau jabatan tangan antara Fadel dan Rusli, seperti keduanya bertemu dengan pejabat lain. Padahal saat akan keluar masjid At Taqwa Bongo, tempat pelaksanaan Maulid Nabi, keduanya nyaris berpapasan.

BACA  Jelang Sahur Perdana, Harga Ayam Melonjak di Limboto, Peminat Justru Kurang 

Selain Rusli dan Fadel, juga hadir para pejabat seperti Plt Gubernur Gorontalo Prof Zudan Arif, Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo dan Wakil Bupati Fadli Hasan, serta mantan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail.

“Walima kali ini dihadiri oleh empat Gubernur sekaligus, mulai dari pak Fadel, pak Gusnar, pak Rusli, dan saya. Ini membuktikan bahwa perhatian pemerintah kepada adat Gorontalo sangat tinggi. Dan dalam maulid nabi ini saya mengajak untuk kita melaksanakan sunnah-sunnah Rasul,” kata Zudan Arif.

BACA  Wali Data OPD Dapat Bimtek Dari Diskominfotik Provinsi Gorontalo

Zudan dalam sambutanya juga sempat menyentil soal susahnya menyebut istilah ketika berpidato di Gorontalo dizaman Pilkada seperti saat ini.

“Kalau kebetulah tersebut NKRI, katanya jangan begitu pak. Soalnya ada calon NKRI. Giliran mengajak orang untuk mengiklaskan Hati, dicurgai tidak netral,”curhatnya. NKRI merupakan singkatan Nyara Karya Rusli Idris, sementara HATI adalah pasangan Hana-Tony.

Laman: 1 2


Komentar