Kamis, 26 Maret 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Fakta Baru, Pesawat Ukraina Terkena Dua Rudal Iran

Oleh Mufakris Goma , dalam Kabar Dunia , pada Kamis, 16 Januari 2020 Tag:
  

Hargo.co.id – Misteri soal transponder pesawat Ukraina yang jatuh di Teheran, Iran, pada Rabu (8/1) mulai terkuak. Seperti diketahui, transponder pesawat tersebut berhenti berfungsi sebelum terkena rudal Iran. Ternyata, itu akibat terkena hantaman rudal yang pertama.

Transponder sendiri adalah pemancar radio di dalam kokpit yang terhubung dengan radar darat. Saat transponder menerima sinyal dari radar sekunder darat yang lebih canggih, alat tersebut mengirim kode yang berisi posisi pesawat, ketinggian, dan tanda panggilan. Otoritas Iran mengatakan pesawat Ukraina tak terlihat dalam radar sehingga terkena rudal yang dilepaskan militer mereka.

Sebuah fakta baru muncul lewat video anyar yang sudah dicek kebenarannya oleh The New York Times. Dalam video itu terlihat bahwa ada dua rudal yang menghantam pesawat Ukraina tersebut. Jarak rudal pertama dan kedua terpisah hanya 30 detik. Rudal pertama itulah yang membuat transponder pesawat Ukraina tersebut tak berfungsi sehingga otoritas Iran mengklaim tak melihatnya di radar.

Seperti diketahui pesawat jenis Boeing 737-800 milik maskapai penerbangan Ukraina tersebut jatuh dan terbakar. Insiden tersebut menewaskan semua penumpang yang berjumlah 176 orang (termasuk kru).

Dalam video itu, pesawat terlihat terbang selama beberapa menit, kemudian terbakar, sebelum jatuh dan meledak. Rudal pertama melumpuhkan transponder pesawat sebelum terkena rudal kedua.

Video itu pertama kali dilaporkan oleh New York Times dan CNN. Mereka konsisten dengan pernyataan yang dibuat oleh pejabat Kanada, AS dan Inggris, yang mengatakan intelijen menunjukkan bahwa rudal Iran menjatuhkan pesawat nahas tersebut. Awalnya ditolak oleh Iran namun kemudian mereka mengakuinya setelah angkatan bersenjata mereka melakukan investigasi awal.

Komandan Dirgantara Pengawal Revolusi, Brigadir Jenderal Amir Ali Hajizadeh mengakui seorang operator rudal telah salah mengira pesawat itu memiliki rudal jelajah dan melepaskan tembakan.

Video itu sendiri diambil dari atap rumah di Bidkaneh, sebuah desa empat mil dari situs militer Iran.

Pengadilan Iran pada Selasa (14/1) mengumumkan penangkapan pertama atas penembakan yang tidak disengaja. Namun, mereka tidak menyebutkan siapa atau berapa banyak orang yang telah ditahan. Ironisnya, kantor berita Fars mengatakan bahwa orang yang mengambil video pertama terkait insiden pesawat tersebut tertembak rudal juga ditangkap oleh pihak berwenang.

*Berita ini juga disiarkan oleh JawaPost.com pada edisi Rabu, 15 Januari 2020