Rabu, 6 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Fakta Inilah yang Membuat Mereka Curiga Pasar Senen Sengaja Dibakar

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Kabar Nusantara , pada Sabtu, 21 Januari 2017 | 11:43 Tag: ,
  

Hargo.co.id  –Kepulan asap belum sepenuhnya hilang di kompleks Pasar Senen, Jakarta, Jumat (20/1). Upaya pemadaman terus dilakukan. Puluhan unit mobil pemadam kebakaran dan ratusan petugas dikerahkan. Hasilnya?

“Seluruh ruangan dari empat lantai di blok I telah padam,” kata Kasi Operasional Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta Mulyanto. Namun, kebakaran masih terjadi di lantai 3 blok II. Lokasi tersebut merupakan pusat penjualan pakaian bekas. Banyaknya bahan mudah terbakar membuat kobaran api sulit dijinakkan.

Selain itu, banyak kios yang terkunci. Penyemprotan yang dilakukan petugas tidak mengenai ruangan secara menyeluruh. Jalan satu-satunya adalah melakukan penjebolan. Namun, itu pun tidak mudah. Petugas sulit menembus lokasi karena asap tebal. “Lantai 3 bangunannya gampang runtuh. Sangat berbahaya bagi petugas,” ujarnya.

Penyebab kebakaran dua hari lalu belum bisa dipastikan. Pemeriksaan juga belum bisa dilakukan karena api masih berkobar di beberapa titik. Dugaan sementara, api dipicu korsleting listrik di lantai 3 blok II. “Sebanyak 1.691 kios di lantai 1 sampai 4 blok I dan II ludes terbakar,” kata Mulyanto.

Rudi Sasmita, salah seorang pedagang, meyakini ada yang aneh dari kebakaran Pasar Senen. Sebab, api muncul bersamaan di dua tempat. Yakni, lantai 3 sisi barat blok II dan sisi utara blok I. “Saya menduga Pasar Senen memang sengaja dibakar,” kata penjual atribut partai politik tersebut.

Selain itu, kebakaran tersebut terjadi menjelang habisnya waktu sewa kios. Menurut Rudi, kontrak lima tahunan kios berakhir Juli nanti. Saat itu seluruh pedagang harus kembali membayar sewa. Menurut pengalamannya, tidak sedikit pedagang yang enggan membayar. Hal tersebut menjadi polemik yang harus ditanggung pengelola gedung. Nah, pembakaran dilakukan untuk mengusir para pedagang.

“Kejadian ini sama dengan kebakaran pada 2014. Waktu itu kontrak sewa di blok III berakhir. Banyak pedagang sulit membayar dan enggan angkat kaki. Tidak lama kemudian, blok itu pun terbakar,” kata Rudi. 

(Visited 5 times, 1 visits today)

Laman: 1 2


Komentar