Rabu, 16 Juni 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Febri: Muka KPK Diselamatkan Mereka yang Tak Lulus TWK!

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Kabar Nusantara , pada Senin, 10 Mei 2021 | 21:05 WITA Tag: ,
  Ilustrasi: Febri Diansyah saat mengumumkan melepas jabatan sebagai juru bicara KPK (26/12/2019). (MUHAMAD ALI/JAWA POS)


Hargo.co.id, JAKARTA – Mantan juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengomentari kegiatan operasi tangkap tangan (OTT) yang meringkus Bupati Nganjuk, Jawa Timur, Novi Rahman Hidhayat. Bahkan, kegiatan tangkap tangan itu dipimpin oleh Harun Al Rasyid yang merupakan Satuan Tugas (Satgas) Penyelidik KPK yang dinyatakan tidak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK).

Febri menyampaikan, OTT yang meringkus orang-orang besar di republik ini ditangani oleh penyelidik dan penyidik yang tidak memenuhi syarat TWK peralihan status pegawai KPK menjadi aparatur sipil negara (ASN). Sebanyak 75 pegawai KPK dikabarkan tidak lulus menjadi ASN.

BACA  Gelar Konsolidasi, Partai Emas Segera Mendaftar di Kemenkumham

“OTT kasus besar yang masih selamatkan muka KPK pasca revisi UU dan pimpinan baru ternyata ditangani penyelidik atau penyidik yang justru terancam disingkirkan gara-gara tes wawasan kebangsaan yang kontroversial,” kata Febri dalam keterangannya, Senin (10/5).

“Seperti OTT KPU, bansos Covid-19, benur KKP, Cimahi, Gubernur Sulawesi Selatan dan Bupati Nganjuk,” sambungnya.

Febri menuturkan, upaya menyingkirkan pegawai-pegawai terbaik di KPK akan lebih berbahaya, jika berdampak pada intervensi penanganan kasus korupsi.

“Jangan sampai jadi cara baru, jika penyidiknya galak, maka dengan mudah diganti,” ucap Febri.

BACA  Mantan Menteri Luar Negeri Mochtar Kusumaatmadja Meninggal

Mantan peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) menduga, sejak adanya revisi UU Nomor 30 Tahun 2002 perubahan atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK, dikhawatirkan ancaman indepensi bagi kinerja KPK.

“Hal inilah yang dikhawatirkan sejak revisi UU KPK dilakukan, ancaman terhadap independensi,” tegas Febri.

Sebagaimana diketahui, sejak 18 Maret sampai 9 April 2021, KPK bekerjasama dengan BKN RI telah melakukan asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK) terhadap 1.351 pegawai. Terdapat dua orang diantaranya tidak hadir pada tahap wawancara.

BACA  Menhan Prabowo Subianto: Banyak Alutsista Indonesia Sudah Tua Harus Diganti

Pelaksanaan asesmen pegawai KPK bekerjasama dengan BKN RI telah sesuai dengan Pasal 5 ayat (4) Perkom KPK Nomor 1 Tahun 2021 tentang Tata Cara Pengalihan Pegawai KPK menjadi Pegawai Aparatur Sipil Negara.

Hasilnya, pegawai yang memenuhi syarat sebanyak 1.274 orang. Sedangkan pegawai yang tidak memenuhi syarat sebanyak 75 orang.(ba/mr/jawapos/hargo)

 

 

 

*) Artikel ini telah tayang di JawaPos.com, dengan judul: “OTT Nganjuk, Febri: Muka KPK Diselamatkan Mereka yang Tak Lulus TWK!“. Pada edisi Senin, 10 Mei 2021.

Komentar