Sabtu, 26 September 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Festival Crossborder Kemenpar Sukses Hebat di Merauke

Oleh Fajriansyach , dalam Kabar Nusantara , pada Senin, 5 Desember 2016 | 15:56 WITA Tag: , ,
  


Selama ini, imbuh Abraham, masyarakat Papua Nugini ke Indonesia mayoritas keperluan jual beli atau bergerak di bidang ekonomi. Namun, keuntungan Indonesia sangat baik jika mereka membelanjakan uangnya di tanah air. Karena satu Kina-mata uang Papua Nugini-sama dengan Rp 4 ribu.

” Jadi tahun depan, sudah bisa saya pastikan mereka membelanjakan uangnya untuk Pariwisata,” ujar pria bertubuh tambun itu.

Lantas mengapa musiknya beraliran Genre? Kepala Bidang Festival Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran Asia Pasifik Kemenpar Adela Raung mengatakan, mayoritas musik yang digandringi oleh Papua Nugini adalah Regge. ” Genre-nya regge, harus ada beat-nya.

BACA  Pilkada Serentak 2020: KPK Tetap Bidik Calon Kada Terindikasi Korupsi

Mereka suka berdisko, lihat saja mereka langsung happy dan bergoyang,”ujar Adela.  Wanita asal Manado itu menjelaskan, Crossborder ini merupakan acara yang kedua yang digelar Kemenpar untuk mensasar Papua Nugini.

Acara yang pertama digelar di tempat yang sama saat hari kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 2016.
Crossborder, imbuh Adela, merupakan wisata perbatasan yang relatif murah untuk dilakoni wisatawan mancanegara.

Strategi yang akan dilakukan terkait cross border tourism adalah membuka direct route ke beberapa daerah pariwisata yang banyak diminati. Kemenpar tak ingin membuang peluang sekecil apapun untuk mendatangkan wisatawan demi target 20 Juta Wisman di tahun 2019 mendatang.

BACA  Jokowi Lantik 20 Dubes RI: Mendag Era SBY untuk AS, Eks Wartawan buat Singapura

“Kuncinya adalah musik, seni-budaya, dan kuliner ini untuk menggaet pasar negara tetangga. Apalagi mereka masuk ke Indonesia juga bebas visa kunjungan (BVK),” kata Adela.

Adela berharap, Crossborder di Merauke untuk Papua Nugini ini bukanlah Crossborder terakhir yang digenjot Kemenpar. ”Semoga tahun depan di 2017 bisa berlanjut atau dengan skema yang lain dan semakin menarik,” katanya.

BACA  Belum Dapat Kuota Gratis, Mahasiswa Bisa Langsung Lapor ke Rektor

Sekadar informasi menurut data Dinas Pariwisata Papua, Juni tahun 2016 lalu pengunjung Cross Border rata-rata warga Papua Nugini, mencapai 1.300-an orang yang melakukan wisata belanja, Agustus naik hingga 1.400-an, lalu pada awal November 2016 hampir mencapai 1.400 orang.

Sekadar informasi, lebih dari 75% turis masuk ke Indonesia melalui udara, sekitar 24% via penyeberangan fery, dari Singapore-Batam atau Singapore Bintan.

Dan 1% yang melalui perbatasan atau crossborder Adela dan Vinsensius Jemadu, Asdep Asia Pasifik Kemenpar, memang terus mengikiti apa yang diperintahkan Menpar Arief Yahya.

Laman: 1 2 3


Komentar