ramadan2024
Kabar Nusantara

Festival Qunut, Wujud Kecintaan Masyarakat Gorontalo Terhadap Tradisi

×

Festival Qunut, Wujud Kecintaan Masyarakat Gorontalo Terhadap Tradisi

Sebarkan artikel ini
Festival Qunut, Wujud Kecintaan Masyarakat Gorontalo Terhadap Tradisi
Tradisi makan kacang dan pisang di Festival Qunut Gorontalo. (Foto: Abdulharis Kune untuk HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO – Gorontalo menjadi salah satu daerah yang memiliki keunikan tradisi tersendiri saat menyambut malam ke 15 Ramadan setiap tahunnya.

Berita Terkait:  Sebanyak 532 Tersangka Dibekuk Satgas TPPO

badan keuangan

Malam yang dikenal dengan awal malam Qunut ini disi dengan berbagai kegiatan, diantaranya tradisi makan kacang dan pisang di Kecamatan Bongomeme, Kabupaten Gorontalo.

Didin, selaku Sekretaris Festival Qunut mengatakan, tradisi itu sudah berlangsung puluhan tahun. Awalnya, kata dia masyarakat hanya menjual pisang dan kacang saja.

Berita Terkait:  PPDB Sistem Zonasi dan Afirmasi Sarat Kecurangan

Example 300250

“Dulu hanya pisang dan kacang yang dijual, namun seiring dengan perkembangan zaman, tetapi sekarang ini masyarakat sudah mulai beberapa jenis makanan, bahkan pakaian juga,” kata Didin, Selasa (26/03/2024).

“Sekarang sudah semakin ramai, karena selain ada warga yang berjualan, bahkan ada juga lomba yang dilaksanakan untuk memeriahkan tradisi malam Qunut ini,” tambahnya.

Berita Terkait:  Dugaan Salah Tangkap Demo Ricuh Pohuwato, Kapolda: Kita Bicara Fakta

Didin menjelaskan, Festival Qunut ini bukan hanya menjadi ajang silaturahmi atau jual beli. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk kecintaan masyarakat Gorontalo terhadap tradisnya.

Ramadhan 2024

Hal tersebut, kata dia, bisa dilihat dari banyaknya warga yang hadir. Bukan saja dari Kecamatan Bongomeme dan sekitarnya, tetapi juga seluruh masyarakat yang ada di Provinsi Gorontalo.

Berita Terkait:  Baksos Polri Sambut HUT ke-77 Bhayangkara Tuai Apresiasi Warga

“Tentu ini menjadi salah satu upaya kami dalam menjaga tradisi yang sudah dilaksanakan secara turun temurun. Kecintaan kita terhadap tradisi ini harus tetap dijaga dari generasi ke generasi,” tandasnya.(*)

Penulis: Abdulharis Kune/ Mahasiswa Magang UNG
Editor: Sucipto Mokodompis 

Berita Terkait:  Peringati 25 Tahun Menjadi Abdi Negara, Alumnus Akabri 98 Gorontalo Blusukan Bantu Masyarakat



hari kesaktian pancasila