Minggu, 11 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Figur Non Parpol Bisa Beri Kejutan di Pilwako 2018

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Selasa, 4 April 2017 | 14:23 WITA Tag: , , , , ,
  


GORONTALO Hargo.co.id – Bursa kandidat calon untuk pemilihan Walikota-Wakil Walikota Gorontalo (Pilwako) 2018 mendatang, tak hanya disesaki oleh nama-nama dari kalangan politisi. Figur-figur non parpol belakangan ini mulai ikut digadang. Sehingga menjadikan Pilwako kali ini benar-benar bertabur figur dengan latar belakang beragam.

Ada politisi, birokrat, akademisi, pengusaha, hingga praktisi hukum. Dengan banyaknya figur yang digadang ke Pilwako, sesungguhnya akan sangat baik bagi partai maupun masyarakat untuk mencari calon pemimpin dengan kriteria yang diharapkan. Karena dalam penjaringan calon baik lewat jalur partai maupun independen, parpol dan masyarakat akan punya banyak pilihan.

Figur-figur non parpol yang belakangan ini mulai digadang ke Pilwako memang patut untuk diperhitungkan oleh kandidat calon dari politisi. Karena figur non parpol ini punya modal popularitas yang mumpuni. Seperti Syafrudin Mosii, Weny Liputo, Yusuf Giasi, Syamsu Qamar Badu, Indrawanto Hasan, Salahudin Pakaya, Indrawanto Hasan, Zainal Mape, serta Jemi Asiku.

BACA  Dibuka Wagub, CPNS Golongan II dan III di Gorontalo Ikuti Diklat

Syafrudin Mosii didorong karena sebelumnya dia telah mengisyaratkan ingin ikut Pilwako. Syafrudin Mosii yang kini masih menjabat Auditor Utama BPK-RI ini telah memiliki modal popularitas. Saat Pilgub lalu, dia sudah sempat gencar turun sosialisasi ke masyarakat termasuk di Kota Gorontalo.

Meski pada akhirnya dia tak bisa mencalonkan diri di Pilgub karena tak punya kendaraan politik tapi, gencarnya sosialisasi yang dia lakukan saat Pilgub, setidaknya telah menjadi modal awal baginya untuk terus mendongkrak popularitas dan elektabilitas di pilwako nanti.

BACA  Jalan di Kota Gorontalo Masih Banyak yang Berlubang

Figur birokrat lain yang juga digadang adalah Weny Liputo yang sekarang ini menjabat Kepala Dikbudpora Provinsi Gorontalo. Weny Liputo juga sudah sangat dikenal oleh warga Kota Gorontalo. Karena dia lebih dari setahun pernah menjadi penjabat walikota Gorontalo. Disamping itu, Weny Liputo sudah sangat populer di kalangan pendidik termasuk di Kota Gorontalo. Karena Weny Liputo sudah cukup lama menempati jabatan kepala dinas pendidikan.

Figur birokrat lainnya adalah Yusuf Giasi. Pejabat pemprov yang kini sedang memegang jabatan Penjabat Bupati Boalemo itu mulai disebut-sebut dalam bursa calon. Karena belakangan ini sosialisasi pencalonannya di Pilwako Gorontalo mulai gencar di media sosial facebook. Ikut pilkada bukan hal baru bagi Yusuf Giasi. Karena dia juga sempat mencalonkan diri di Pilbup Pohuwato 2010 lalu.

BACA  Saatnya Traffic Light di Gorontalo Dilengkapi Ruang Henti Khusus

Selain tiga tokoh birokrat itu, ada juga satu figur dari kalangan akademisi yang juga didorong ke Pilwako. Yaitu Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Syamsu Qamar Badu (SQB). Dia dianggap layak untuk tampil di pentas Pilwako karena punya modal popularitas yang sangat mumpuni. Dengan memimpin Universitas terbesar di Gorontalo, nama SQB pasti sudah sangat populer di masyarakat khususnya di Kota Gorontalo. Keikutsertaan akademisi di pilkada juga bukan hal baru. Karena sebelumnya mantan rektor UNG, Nelson Pomalingo terbukti sukses menjadi pemenang di Pilbup Kabgor 2015.

Laman: 1 2


Komentar