Fikri El-Aziz: Capres Pemberani Pilihan Jokowi ada di Sandiaga

×

Fikri El-Aziz: Capres Pemberani Pilihan Jokowi ada di Sandiaga

Sebarkan artikel ini
Capres Pemberani Pilihan Jokowi ada di Sandiaga
Fikri El-Aziz: Capres Pemberani Pilihan Jokowi ada di Sandiaga

Hargo.co.id – Ketua Relawan Sandiaga Uno, Fikri El-Aziz, memberikan apresiasi kepada Gabungan Relawan Presiden Joko Widodo.

badan keuangan

Yang mengusulkan Sandiaga Uno sebagai salah satu dari empat calon presiden terbaik dalam acara Musyawarah Rakyat (Musra) di Istora Senayan, Jakarta.

Keputusan Musra tersebut memberikan semangat kepada relawan basis dan simpul untuk mendukung Sandiaga sebagai Calon Presiden dalam Pilpres 2024.

badan keuangan

Fikri mengungkapkan penghargaannya terhadap inisiatif luar biasa dari Gabungan Relawan Jokowi

Dalam mengadakan musyawarah relawan dan mencalonkan Sandiaga Uno sebagai calon presiden kepada Presiden Jokowi.

Menurutnya, Musra ini merupakan upaya untuk menjaring dukungan dari akar rumput dalam mendukung Presiden Jokowi.

Example 300250

Fikri juga menyebut keberanian Sandiaga Uno dalam menciptakan inovasi dan kreativitas di tengah pandemi COVID-19 telah membawa industri pariwisata dan ekonomi kreatif bangkit.

Budi Arie Setiadi, Penanggung Jawab Musra dan Ketua Umum Projo, mengungkapkan bahwa Sandiaga Uno.

Merupakan pilihan capres dari Gabungan Relawan Jokowi yang sering muncul dalam berbagai Musra di seluruh Indonesia.

Budi Arie menyebut bahwa Sandiaga telah mendapatkan dukungan yang besar sebagai calon presiden dalam Musra di Bandung dan menjadi Capres Pilihan Relawan Jokowi peringkat pertama di Riau.

Hal ini menjadi faktor penting dalam persaingan calon potensial dalam Pilpres 2024.

Presiden Joko Widodo menekankan bahwa Indonesia membutuhkan pemimpin yang pemberani dan dekat dengan rakyat.

Menurutnya, rakyat Indonesia membutuhkan pemimpin yang tepat, benar, paham hati dan kebutuhan rakyat, serta bersedia bekerja keras untuk rakyat.

Presiden Jokowi juga mengingatkan bahwa sebagai negara besar dengan penduduk sekitar 280 juta orang.

Pemimpin Indonesia harus memahami cara memajukan negara dan memanfaatkan peluang yang ada, bukan hanya sebagai rutinitas dan tanda tangan semata.

 



hari kesaktian pancasila