Rabu, 20 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Formasi CPNS Gorontalo Tunggu Restu Menpan

Oleh Fajriansyach , dalam Gorontalo , pada Senin, 15 Januari 2018 | 14:31 WITA Tag: ,
  


GORONTALO, Hargo.co.id – Kabar penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) paling ditunggu saat ini. Apalagi sejak moratorium penerimaan CPNS lima tahun lalu, daerah-daerah di Gorontalo belum ada yang membuka penerimaan CPNS.

Belakangan beredar kabar melalui media sosial tentang kouta penerimaan CPNS untuk seluruh Pemda di Gorontalo tahun ini. Postigan daftar kebutuhan pegawai yang menyebar melalui Medsos itu menyebut jika Gorontalo yang masuk dalam Kantor Regional X sesuai ketetapan Menpan RB per tanggal 1 november 2017 akan mengangkat 743 CPNS yang terbagi di enam daerah kabupaten/kota dan satu pemerintah provinsi.

Dalam kouta yang juga memuat kebutuhan CPNS seluruh daerah di Indonesia menempatkan kabupaten Bone Bolango sebagai daerah dengan jumlah penerimaan CPNS terbanyak, yakni mencapai 241 orang. Hanya saja edaran yang memuat kouta CPNS itu tak bisa dipercaya.

BACA  Tolak Bala, Gorontalo Gelar Du'a Lo Ulipu

Selain tidak memuat nomor surat, juga tidak dibubuhi tanda tangan dan cap Menpan-RB Asban Abnur. Kepala Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Gorontalo Ridwan Yasin memastikan jika edaran tersebut hoax.

“Karena Pemprov itu belum mengusulkan formasi atau kebutuhan pengangkatan pegawai,”kata Ridwan Yasin. Dijelaskanya, untuk penetapan formasi, Kemenpan-RB harus berdasar kebutuhan daerah. Kebutuhan itu diusulkan Pemprov setelah ada hasil analisasi beban kerja (ABK) dan analisis jabatan (anjab).

“Lewat ABK dan Anjab akan diketahui berapa kebutuhan pegawai kita, apakah lebih atau kurang. Nah kalau kurang, kita usulkan ke Menpan,”terangnya. Pemprov sendiri, kata Ridwan Yasin hingga kini belum merampungkan ABK dan Anjab.

BACA  Hajatan Libatkan Orang Banyak, Harus Seizin Bupati/Walikota

“Sehingga bagaimana kita mau mengusulkan, sementara ABK dan anjabnya saja belum ada,”kata Ridwan. Ia menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak langsung percaya dengan informasi yang banyak beredar, terutama melalui media sosial.

Ridwan meminta untuk mengecek langsung ke pemerintah daerah malalui badan kepegawaian masing-masing daerah. “Setahu saya, beberapa daerah di Gorontalo juga ABK dan Anjabnya belum selesai,”tandasnya.

Terpisah, kepala BKD Kabupaten Gorontalo Sofyan Maku juga kaget dengan adanya kabar penetapan kouta CPNS untuk Kabupaten Gorontalo. “Kami secara pribadi dan juga lembaga, belum menerima itu (edaran), nanti kami akan cek lagi ke pusat,” terang Sumanti Maku.

BACA  Pemprov Gorontalo Ketambahan 110 Unit Alsintan

Memang diakui mantan Kepala Dinas Perhubungan itu, dengan adanya moratorim pegawai sejak tahun 2010, tidak pernah ada lagi pengangkatan untuk pemerintah daerah. Padahal, jumlah pegawai yang pensiun terus bertambah setiap tahunnya.

Pemkab Gorontalo sendiri kata Sumanti Maku sudah mengusulkan penerimaan CPNS lebih dari 500 orang, hal itu dengan melihat pegawai yang pensiun hingga 240 pegawai setiap tahun, sementara Pemkab sudah melakukan moratorium sejak tahun 2010.

Sumanti menambahkan, karena belum menerima edaran resmi dari pemerinah pusat, maka pihaknya juga belum mengetahui formasi mana yang disepakati. Dengan begitu, hingga kini kata Sumanti, pihaknya masih menunggu restu Kemenpan-RB terkait penetapan formasi CPNS. (tro/nat)


Komentar