Senin, 19 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Foto Daging Ular di Swalayan Ada di Manado

Oleh Aslan , dalam Kabar Nusantara , pada Rabu, 5 Juli 2017 | 01:00 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id- Beberapa hari terakhir, netizen juga dihebohkan dengan beredarnya foto daging ular yang dijual di sebuah swalayan. Daging ular itu sudah dipotong-potong, tapi kulitnya masih menyatu. Daging dibungkus plastic wrap dengan wadah styrofoam.

Foto yang viral di Instagram dan Facebook itu bukan rekayasa. Daging ular atau biasa disebut patola tersebut memang disediakan di gerai Transmart Manado, Sulawesi Utara. Daging itu dijual karena ada permintaan dari masyarakat setempat. Pihak Transmart membenarkan adanya penjualan daging ular tersebut.

Ilustrasi

Ilustrasi (Wahyu Kokang/Jawa Pos)

Sekali lagi, kehebohan itu muncul karena ketidaktahuan bahwa daging ular sudah biasa dikonsumsi sebagian masyarakat Manado. Bahkan ada yang menjadikannya tradisi. Masyarakat Manado yang mendengar kehebohan itu pun hanya perlu tersenyum maklum.

Satria Hamid, corporate communications PT Trans Retail Indonesia, melalui marketing Transmart mengungkapkan alasan mereka berani menjual daging ular. Menurut mereka, penjualan itu dilakukan karena permintaan masyarakat Manado. Daging ular sudah biasa dikonsumsi sebagian masyarakat di sana. ”Benar-benar ini sudah menjadi tradisi orang Manado,” ujarnya.

BACA  Kapolri Launching ETLE Nasional, 12 Polda Siap Terapkan Tilang Elektronik

Menurut Satria, ke depan akan ada perbincangan dengan instansi terkait mengenai penjualan daging itu. Saat dimintai tanggapan, masyarakat Manado malah senang Transmart menjual daging ular tersebut. ”Pasar ekstrem Tomohon saja menjual daging ini dengan lebih ekstrem. Sudah biasa kalau ada daging ular di toko. Menyesuaikan dengan kebiasaan masyarakat. Itu sudah biasa,” kata Jois Wowor, warga Sario.

BACA  Black Box CVR Sriwijaya SJ 182 Berhasil Ditemukan

Informasi yang dihimpun Manado Pos (Jawa Pos Group), permintaan masyarakat terhadap daging ular memang sangat tinggi. Bahkan, stok daging di swalayan sering habis. Terutama saat ada kegiatan pengucapan syukur di Minahasa Tenggara Minggu (2/7). Sejauh ini, juga tidak ada larangan dari instansi terkait mengenai penjualan daging ular tersebut.

Beragam tanggapan muncul setelah foto daging ular itu viral di media sosial. Beberapa orang berkomentar negatif. Namun, beberapa lainnya maklum karena menganggap itu bagian dari kearifan lokal. (hg/ctr-12/c7/fat)


Komentar