Senin, 17 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



FPDL: Gunakan Seribu Bambu, Atap Panggung Model ‘Makuta’

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Rabu, 12 September 2018 | 22:55 PM Tag:
  

Hargo.co.id, GORONTALO – Pelaksanaan Festival Pesona Danau Limboto (FPDL) nampaknya akan menampilkan hal cukup spektakuler. Panggung di atas air yang terbuat dari ribuan bambu, atapnya akan menyerupai makuta atau topi yang dikenakan pria ketika duduk di pelaminan.

Ini diungkapkan Ketua Panitia FPDL, Hen Restu yang juga Asisten III Pemda Kabupaten Gorontalo (Kabgor). Menurutnya, gagasan untuk membuat panggung di atas air sudah disampaikan oleh Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo ketika penyelenggaraan FPDL 2017 lalu.

“Namun karena waktunya terlalu pendek, gagasan tersebut baru bisa direalisasikan tahun ini. Gagasan ini sudah bicarakan dengan Riden Barwadi Galeri, akan dibuat seperti apa panggung utamanya supaya bisa berkesan dihati para undangan maupun pengunjung,” terangnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Kadisporapar) Kabgor yang juga Sekretaris Panitia FPDL, Haris Suparto Tome menambahkan, dengan ukuran seluas 40 x 20 meter, yang dikerjakan oleh 30 orang perupa dengan masing-masing keahlian. Baik itu pemahat, pengukir maupun para pelaku seni lainnya, panggung ini diperkirakan dapat menampung hingga 500 orang undangan.

Ditanyakan tentang asal dari bambu yang digunakan sebagai material utama dari panggung, Haris mengungkapkan bambu tersebut disuplai dari dua tempat, yakni Dulamayo Kecamatan Telaga Biru dan dari Desa Bube Kecamatan Suwawa, Bone Bolango.

“Yang jelas ini bukanlah copy paste, karena panggung yang berada diatas air seperti yang pertama kali di Indonesia. Hanya saja yang ditampilkan di FPDL tampil beda dari pada yang lain. Kita menargetkan panggung ini akan bisa selesai pada H-3, karena pada H-2 dan H-1 akan kita pakai untuk gladi kotor dan gladi bersih,” tutupnya. (ded/hg)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar