Sunday, 1 August 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Fraksi PKS Pertanyakan Pencairan Dana PENÂ

Oleh Deice Pomalingo , dalam Legislatif , pada Thursday, 10 June 2021 | 18:05 PM Tags: , ,
  Ketua BK, Eman Monghopa

Hargo.co.id, GORONTALO – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) mempertanyakan realisasi dana pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Pasalnya, sejak Covid-19 di 2020 masuk di Kabupaten Gorontalo, bantuan untuk masyarakat menghadapi sudah banyak dikeluarkan dari pusat.

Bahkan, pada akhir 2020, pemerintah Kabupaten Gorontalo mendapatkan anggaran melalui program PEN dari pusat. Tetapi hingga saat ini, anggaran tersebut belum juga cair. 

“Apa pinjaman ini benar? Kapan cair? Kapan terealisasi? Sekarang telah melewati semester satu di 2021, mestinya sudah ada kejelasan. Inilah salah satu kekhawatiran Fraksi PKS. Pencairan seperti terlihat diulur-ulur,” kata Ketua F PKS, Eman Mangopa. 

Erman Mongopa berujar, pengertian Pemulihan Ekonomi Nasional harus dipahami secara tuntas oleh pemerintah. Berdasarkan PP Nomor 23 Tahun 2020, rangkaian kegiatan untuk pemulihan perekonomian nasional yang merupakan bagian dari kebijakan keuangan negara. 

Ini dilaksanakan pemerintah pusat dan daerah untuk mempercepat penanganan atau menghadapi ancaman yang membahayakan ekonomi. Kalau alasan pemerintah di 2020 anggaran belum terealisasi karena masih dalam masa transisi, bupati belum definitif, lantas saat ini alasannya apa lagi. 

“Atau kelengkapan administrasi pinjaman belum tuntas 100 persen. Lalu kenapa Pak Asisten II, Rahmat Doni Lahatie mondar-mandir ke Jakarta kalau sampai saat ini belum terealisasi. Stop saja lah buang-buang anggaran dalam perjalanan dinas, sekarang masyarakat menunggu, jangan hanya pintar lelang proyek ini, lelang itu, terus realisasinya tidak ada,” kata Eman Mongopa. 

Lebih jauh Eman Mongopa menyampaikan, bukan tidak mungkin jika proyek-proyek telah terlaksana maka masyarakat punya peluang untuk bekerja. Hal itu tentu berdampak pada pendapatan masyarakat guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

“Jika pendapatan mereka baik pasti daya beli masyarakat pun meningkat, khususnya untuk kebutuhan sehari-hari, ekonomi terlindungi, masyarakat makmur, pelaku usaha untung,” kuncinya. (wie/adv/hargo)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar