Minggu, 25 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Freeport Bandel, Pemerintah Diminta Tegas

Oleh Aslan , dalam Ekonomi , pada Selasa, 3 Oktober 2017 | 09:46 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id, JAKARTA – Negosiasi antara pemerintah Indonesia dengan Freeport terancam menemui jalan buntu. Pasalnya, Freeport-McMoran selaku induk usaha PT Freeport Indonesia (PT FI) menolak mekanisme pelepasan 51 persen saham.

Karena itu, pemerintah diminta tetap tegas mempertahankan posisi dalam bernegosiasi dengan Freeport. Ekonom Universitas Gadjah Mada Jogjakarta Fahmy Radhi mengatakan, Freeport secara tidak langsung mengisyaratkan tidak mau melepas kendalinya.

’’Dia maunya melakukan IPO (initial public offering). Itu sudah sebagai tanda menolak melepaskan kuasanya,’’ ujarnya, Senin (2/10). Pemerintah menginginkan divestasi langsung kepada BUMN.

BACA  Pandemi Covid-19 Bikin Permintaan akan Emas Naik Gila-gilaan

Dengan melakukan IPO, Freeport tetap bisa membeli sahamnya melalui anak usaha perseroan. Jadi, negara tetap tidak bisa menguasai saham Freeport yang didivestasi 51 persen.

Selain itu, dalam surat tersebut, Freeport meminta nilai saham dihitung mengacu pada harga pasar wajar hingga 2041. Pemerintah hanya mau menghitung sampai kontrak Freeport berakhir pada 2021.

BACA  Air Sungai Bulango Surut, Penambang Pasir Sedot Rupiah

’’Harganya terlalu tinggi dan Freeport memperhitungkan skema tersebut. Akibatnya, pemerintah tidak akan mampu membeli divestasi saham mereka,’’ terangnya. Negosiasi cukup alot itu membuatnya meminta pemerintah sebaiknya tidak memperpanjang kontrak PT FI pada 2021.

Dia optimistis pemerintah Indonesia mampu mengelola pertambangan yang ditinggalkan PT FI. Sebelumnya, Menteri BUMN Rini Soemarno memberikan sinyal bahwa divestasi 51 persen saham milik PT FI akan dicaplok Inalum tanpa holding BUMN tambang.

BACA  Sah! Berikut Asumsi Dasar Ekonomi Makro 2021

Menanggapi itu, Sekretaris Perusahaan PT Inalum (Persero) Ricky Gunawan menuturkan, saat ini perseroan masih menunggu keputusan pemegang saham untuk langkah selanjutnya mengenai rencana pembelian saham PT FI. (vir/c14/sof/hg)


Komentar