Kamis, 26 November 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



FSTIK UBM Gorontalo Bahas Penyaluran BST Lewat Webinar

Oleh Berita Hargo , dalam Edukasi , pada Jumat, 13 November 2020 | 08:05 WITA Tag:
  Kampus UBM Gorontalo. (Foto Istimewa/UBMG)


Hargo.co.id, GORONTALO – Guna meringankan beban masyarakat terhadap dampak pandemi Covid-19 terutama di sektor perekonomian, pemerintah telah berupaya menanggulangi, dengan mengucurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) melalui Kementrian Sosial RI.

Melihat efektivitas BST yang dilakukan pemerintah saat ini, Senat Fakultas Sains Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FSTIK) Universitas Bina Mandiri (UBM) Gorontalo  menggelar Webinar yang mengusung tema ‘Menakar Efektivitas Bantuan Sosial Tunai (BST) di Gorontalo’ pada Kamis (12/11/2020).

Adapun narasumber yang dihadirkan di antaranya, Kepala Seksi Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial, P3A Provinsi Gorontalo Imran Basiru, Ketua Satgas BST Kantor Pos Gorontalo, Muh Adnan Wahyudi dan Kepala BPH Universitas Bina Mandiri Gorontalo, Wiliam Indra S Mooduto. Kegiatan tersebut dimoderatori langsung, oleh Ketua Senat FSTIK UBMG, Meliza Fransiska Latief. Kegiatan webinar ini diikuti sekitar 150 mahasiswa UBM Gorontalo.

BACA  Eduart - Mahludin Bersua, Saling Dukung untuk LLDIKTI XVI
Webinar ‘Menakar Efektivitas BST di Gorontalo yang digelar FSTIK Universitas Bina Mandiri (UBM) Gorontalo, Kamis (12/11/2020).
Webinar ‘Menakar Efektivitas BST di Gorontalo yang digelar FSTIK Universitas Bina Mandiri (UBM) Gorontalo, Kamis (12/11/2020).

Dalam kesempatan itu, Kepala Seksi Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial, P3A Provinsi Gorontalo Imran Basiru menjelaskan, bahwa realisasi penyaluran bantuan sosial tahap 7 per 31 Oktober yang disalurkan melalui Kantor Pos Gorontalo, dari alokasi 60.511 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), telah tersalurkan pada 54.345 KPM yang dibagi ke 6 Kabupaten/Kota di Provinsi Gorontalo.

“Dari total alokasi yang ada, artinya adanya pengembalian dana dari sisa alokasi sebesar 10,19 persen pada Kemensos. Ini dilakukan karena ada beberapa kendala dalam penyaluran di lapangan, seperti ada yang sudah mendapat dua program bantuan, ditemukan yang bersangkutan tidak ada di tempat atau, pindah alamat atau meninggal dunia,” ujarnya.

Adapun syarat penerima BST dikatakan Imran bahwa, ini diperuntukkan bagi masyarakat pra sejahtera atau miskin.

BACA  Terapkan Protokol Kesehatan, Siswa MTs. Al Mujahidin Mulai Masuk Sekolah

“Yakni yang termasuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), masyarakat yang tidak menerima program bantuan sosial lainnya dari pemerintah pusat maupun daerah diantaranya program sembako, PKH, Prakerja dan tidak terdaftar atau Non-DTKS, yang merupakan warga terdampak pandemi Covid-19 dan dinilai layak menerima bantuan dengan dilengkapi data lengkap BNBA, NIK, dan No. HP,” jelasnya.

Webinar ‘Menakar Efektivitas BST di Gorontalo yang digelar FSTIK Universitas Bina Mandiri (UBM) Gorontalo, Kamis (12/11/2020).
Webinar ‘Menakar Efektivitas BST di Gorontalo yang digelar FSTIK Universitas Bina Mandiri (UBM) Gorontalo, Kamis (12/11/2020).

Sementara itu, Ketua Satgas BST Kantor Pos Wilayah Gorontalo, Muh Adnan Wahyudi menjelaskan terkait penyaluran bantuan kepada masyarakat, sesuai harapan pemerintah agar pelayanan penyaluran dari kantor Pos bisa dengan cepat dan tepat sasaran, serta memprioritaskan protokol kesehatan. Di Provinsi Gorontalo Kantor Pos memiliki 15 kantor cabang yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Gorontalo.

BACA  Eduart - Mahludin Bersua, Saling Dukung untuk LLDIKTI XVI

“Jadi masyarakat KPM menerima bantuan secara tunai yang langsung disalurkan oleh petugas kantor Pos ke lokasi kelurahan/desa. Penyaluran ini lebih tepat sasaran karena langsung bertemu dengan masyarakat KPM,” ujar Adnan.

Selain itu, Kepala BPH Universitas Bina Mandiri Gorontalo, Wiliam Indra S Mooduto mengatakan terkait penyaluran BST pada masyarakat KPM, ini menjadi upaya pemerintah dalam menghadapi dampak covid-19 terutama di sektor ekonomi, salah satunya menjaga dan kembali meningkatkan daya beli masyarakat.

“Sehingga BTS ini perlu kita kawal agar  tepat sasaran dan bisa dimanfaatkan masyarakat di masa pandemi seperti ini.  Efektif dan tidak efektifnya tak terlepas dari supporting sistem salah satunya integrasi sistem, sehingga pemerintah indonesia bisa membuat suatu sistem single identity agar benar-benar tepat sasaran,” jelas Wiliam. (rilis/hg)


Komentar