Kamis, 22 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Full Day School, Jam Masuk Siswa Banyak Dikeluhkan Orang Tua

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Kamis, 5 Januari 2017 | 16:17 WITA Tag: , ,
  


LIMBOTO, hargo.co.id – Program Full Day School (FDS) yang mulai diterapkan serentak tahun 2017 di wilayah Kabupaten Gorontalo banyak dikeluhkan orang tua murid.

Bukan soal programnya, namun waktu masuk sekolah jam 06.00 wita, yang dinilai tidak tepat.

Selain lebih pagi, orang tua siswa kewalahan dalam mempersiapkan anak didik berangkat sekolah.

“Kasian anak-anak, masuk jam 06.00 dan pulang jam 15.00. Sampai di rumah mereka kelelahan,”ungkap Rahma Bibitan, salah satu orang tua siswa di salah saru SD Negeri di Limboto.

Ia juga mengeluhkan karena waktu belajar siswa di rumah lebih singkat.

BACA  Hindari Kerumunan, Demo Omnibus Law Tak Dapat Izin

“Akhirnya tidak sempat membuat pekerjaan rumah karena kecapean,”ungkap Rahma. Ia menambahkan selain anak-anak pulang dalam keadaan capek, juga tentunya uang jajan pun meningkat, karena ada anak anak yang tak mau membawa bekal dari rumah.

“Anak saya sudah besar, malu dia membawa bekal sehingga otomatis uang jajan pun harus bertambah,”ketus Rahma.

Selain Rahma, Novi Imran orang tua murid disalah satu SDN di Kelurahan Butik Kecamatan Limboto mengaku sangat kewalahan.

Karena program FDS ini anaknya di hari pertama sekolah takut terlambat sehingga harus bangun pukul 04.00 WITA subuh dan membuat orangtua pun kewalahan karena harus mempersiapkan sarapan anaknya di pagi buta.

BACA  Tetap Jalankan Protokol Kesehatan Meskipun di Masjid

“Mereka memang terbiasa sarapan pagi, sehingga saya yang biasa menyediakan makan pukul 06.00 harus menyiapkan sarapan lebih pagi lagi,” jelas Novi.

Novi juga menyesalkan adanya program FDS ini, karena kasihan di siswa-siswanya, di pagi buta dalam suasana yang masih dingin sudah harus menuju sekolah dan sampai di sekolah pagar sekolah justru masih terkunci.

“Kalau mau jujur saya tak setuju FDS ini karena kasihan anak anaknya, tetapi karena sudah keputusan menteri apa boleh buat,”tandasnya.

BACA  Terkait Putusan KPU, Ini Tanggapan Bawaslu dan Nelson Pomalingo

Para orang tua berharap, jika memang FDS terus diberlakukan, maka jam masuk sekolah bisa diubah. Yakni, masuk pukul 07.15 wita. Dengan begitu, waktu pulang siswa yang biasanya jam 15.00 bisa digeser hingga jam 16.00. “Full day school itu bukan sekolah seharian penuh, kasihan anak-anak,”ujarnya.

Salah satu netizen dalam akun facebook @Wahyuni Nss Gorontalo juga memposting kondisi anak-anak yang kecapean ketika pulang sekolah. “Akibat full day school, atiolo so langsung tepar,”tulisnya dalam wall facebook.

Laman: 1 2


Komentar