Sabtu, 17 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Gadis Muda Ini Baru Saja Keluar McDonald, Tapi Ini yang Kemudian Terjadi

Oleh Berita Hargo , dalam Kabar Dunia , pada Jumat, 31 Maret 2017 | 13:30 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id – Ribuan warga Rusia turun ke jalan. Mereka menghelat aksi anti-korupsi, nepotisme, dan kurangnya lapangan pekerjaan yang menjanjikan di Rusia. Aksi yang berlangsung sejak akhir pekan lalu memang sangat besar.

Itu menjadi demo terbesar setelah bertahun-tahun Rusia adem ayem. Itu pun membuat otoritas Rusia kebakaran jenggot. Kementerian Dalam Negeri langsung mengeluarkan ancaman untuk menggunakan power bila ada aksi serupa tanpa izin dari pemerintah.

Salah seorang geologis muda, Sergey Pravov, mengatakan dia dan teman-temannya ditangkap di tengah-tengah lantunan Lagu Nasional. ”Kami sedang menyanyikan bagian “negara bebas” saat polisi mulai menangkapi kami dan melemparkan kami ke dalam bus polisi,” katanya diikuti senyuman.

Kepada CNN, Pravov mengatakan kalau kaum muda bergabung dalam aksi tersebut karena sudah lelah dengan tingkah laku politikus dan pejabat pemerintahan beserta anak-anak serta keluarga mereka yang mudah mendapatkan apa saja termasuk posisi di pemerintahan.

”Para peserta aksi sudah lelah hidup di bawah garis kemiskinan sementara orang-orang di pemerintahan yang dibayar dari uang rakyat berenang dalam emas,” ulasnya.

BACA  Kamp Pengungsi Rohingya Terbakar, 560 Terluka, 400 Hilang, 15 Tewas

Pravov kemudian dibebaskan. Tetapi Maksim Malysh, demonstran lain tidak begitu beruntung. Dia mendapatkan hukuman 10 hari di penjara dengan alasan melawan petugas. Padahal, pemuda 22 tahun itu mengaku tidak ikut demo.

”Saya sedang di kafe bersama teman ketika aksi dimulai. Saya keluar kafe untuk mengambil gambar. Tetapi polisi tahu-tahu meringkus saya,” ujarnya.

Pun demikian Olga Lozina, gadis muda yang fotonya menjadi viral di media. Dia digotong polisi begitu saja. Padahal, dia tidak mengikuti aksi.

”Ibu saya mengonfortasi polisi saat mereka menangkap seorang pemuda. Ibu saya ditangkap. Kakak saya yang memprotes polisi ikut ditangkap. Saya pun demikian,” katanya. Padahal saat itu, mereka baru saja keluar McDonalds.

BACA  Gempa M 7,2 Mengguncang Jepang, Menyebabkan Tsunami

”Saya shock. Saya maju beberapa langkah ke depan mereka dan mereka langsung menarik tangan saya,” lanjutnya kepada CNN. Lozina di masukkan kedalam bus bersama 30 orang lain. Dia ditahan semalam sebelum akhirnya dibebaskan.

Meski Lozina, lulusan Physical-Technical Institute di Moskow itu tidak berniat mengikuti aksi apa pun, dia setuju dengan suara Navalny, yang selama bertahun-tahun berada di sisi seberang Kremlin.

”Kami semua tahu Rusia itu koruptor. Dan, Alexey Navalny hanya menunjukkan kepada publik dan itu semakin membuka mata kita,” ujarnya.(CNN/tia)


Komentar