Selasa, 17 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Gali Fondasi, Temukan Fondasi Kuno

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Kamis, 13 Oktober 2016 | 15:00 Tag: , ,
  

 

Hargo.co.id GORONTALO – Aktifitas pekerjaan pembangunan aula rumah dinas (Rudis) Gubernur Gorontalo yang kini sedang berlangsung, mendadak dibuat heboh dengan ditemukanya situs fondasi batu kali di dalam tanah, saat para tukang sedang menggali fondasi untuk bangunan aula.

Temuan fondasi batu kali itu tidak biasa, sehingga ada yang mengkaitkan jika fondasi tersebut merupakan bekas bangunan kuno yang pernah beridiri di lokasi itu.

Pekerjaan pembangunan aula yang tepat berada disamping kiri rumah dinas itu, berlangsung biasa-biasa saja. Para tukang juga terus memacu pekerjaan. Begitu menggali fondasi, ditemukan fondasi batu kali yang tingginya 1 meter dan lebar pada bagian bawa sekitar 90 cm, sementara pada bagian atas memiliki lebar sekira 50 cm. Temuan ini mengundang para pekerja penasaran, apalagi temuan bekas fondasi itu memang tidak disengaja.

Fondasi bekas itu ditemukan saat penggalian sumur fondasi untuk struktur bangunan aula yang direncanakan dua lantai itu. Saat memulai menggali lubang berdiameter kurang lebih 4 meter dan kedalaman 4 meter, mendadak pekerja mendapati puing-puing batu.

Awalnya hanya terlihat batu merah dengan warnanya yang begitu lembab, perlahan saat lebih digali lagi malah ditemukan kembali sisa bangunan pondasi berbahan batu kali setinggi kurang lebih satu meter. Sontak hal tersebut mengundang perhatian pekerja lain.

“Itu sudah digali dari hari senin pak, tadinya kelihatan tembok melintan, tapi sudah tidak ada, itu tembok sambungan dari bangunan yang sama dilokasi lain,”ujar sejumlah pekerja enggan menyebutkan namanya sembari menunjuk sambungan pondasi yang melintang.

Temuan ini kemuidian dilaporkan ke pimpinan proyek. “Waktu ditemukan sudah ada yang datang itu pihak PU, mereka foto itu sisa puing bangunannya,”ujar Pekerja.

Saat ditanya lebih, para pekerja tidak begitu paham dengan perihal sisa puing bangunan yang ditemuklan itu. Bahkan diantara para tukang, ada yang berpendapat bahwa itu hanya sebatas sisa bangunan lama saja dan tidak ada kaitannya dengan sejarah benteng atau peninggalan lainya.

Sebab kenyataannya juga puing bangunan lama yang ditemukan terkubur didalam tanah itu didominasi oleh batu bata saja.

Sementara itu, Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya, Provinsi Gorontalo Romi Hidayat mengatakan, pihaknya baru mendengar soal penemuan batu yang diduga fondasi jaman dulu iti.

“Kita belum bisa memastikan, itu butuh penelitian sesuai prosedur,” kata Romi. Ia mengatakan, sebelumnya sempat muncul wacana bahwa di area rumah dinas Gubernur Gorontalo, ada Benteng Nasau, benteng peninggalan belanda untuk mengawasi perdagangan. Hanya saja untuk membuktikannya tbutuh penelitian. (Csr/wan/hargo)

(Visited 5 times, 1 visits today)

Komentar